Dukung Perayaan Natal Oikumene Pemuda Sumut di Tuktuk Samosir, Pemprov Sumut Bantu Angkutan Bus
15 Desember 2019 - 11:52:38 WIB | Dibaca: 2941x
Medan (SIOGE) - Pemrov Sumut mendukung pelaksanaan perayaan Natal Oikumene Pemuda Sumut yang akan berlangsung, Sabtu (21/12) di Tuktuk, Kabupaten Samosir. Perayaan Natal Oikumene Pemuda dilaksanakan di Samosir karena pemuda Kristen mendukung pembangunan pariwisata Danau Toba.
"Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pernah mengatakan supaya memperbanyak pelaksanaan even-even di kawasan Danau Toba.
Karena pemerintah pusat sudah giat-giatnya membangun pariwisata kawasan Danau Toba, maka warga Sumut harus mendukungnya. Itu makanya Natal pemuda kami laksanakan di Samosir," kata Ketua Seksi Pemuda dan Remaja PGI Wilayah Sumut, Anton Sianipar kepada Wagub Sumut H Musa Rajekshah ketika diterima beraudiensi, Kamis (12/12) di lantai 9 kantor Gubsu.
Turut mendampingi Ketua Panitia One Virgo Agus Yes Silalahi dan Kordinator Umum Nuel Hulu. Anton melaporkan, 3000 pemuda se Sumut akan meramaikan Natal pemuda tersebut, di antaranya 300 pemuda Kristen dari Medan dan masing-masing kabupaten/kota mengutus 300 pemudanya.
Ia menyebutkan, tema Natal pemuda: Panggilan Pelayanan dan Kebangsaan. Selain itu, panitia mengundang pemuda lintas agama. Untuk menunjukkan bahwa kebersamaan pemuda di Sumut sangat akrab tanpa melihat perbedaan agama dan suku. "Disini kami akan menunjukkan sesama pemuda bergandengan tangan di tiap even agama apapun itu, termasuk di perayaan natal, lintas agama akan hadir," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Anton memohon bantuan angkutan bus dari Pemrov Sumut untuk membawa pemuda dari Medan menuju Tuktuk. Wagubsu Musa Rajekshah mengatakan bahwa Pemrov Sumut mendukung Natal pemuda Oikumene Pemuda Sumut. Dia akan memerintahkan Kadis Perhubungan untuk menyiapkan angkutan bus menambah bus pemprov yang ada.
Musa Rajekshah bangga pemuda ikut menciptakan kedamaian. Karena kalau kehidupan beragama di Sumut tidak rukun akan berdampak terhadap perekonomian. Orang akan berpikir mau berinvestasi di Sumut.
"Kita jangan menganggap ketidakrukunan itu biasa-biasa saja, karena orang lain yang melihat Sumut. Kalau dilihat Sumut tidak rukun maka mereka enggan masuk ke daerah kita untuk menanamkan modal. Yang rugi nanti adalah kita sendiri," kata Musa Rajeskshah.
Menurut dia, hubungan antara umat beragama di Sumut sangat baik, tidak pernah membeda-bedakan suku dan agama. Karena dari dulu kerukunan umat beragama di Sumut sudah terkenal di seluruh Indonesia sehingga menjadi percontohan kerukunan di tanah air.
"Kitalah yang tahu bagaimana damainya Sumut kita ini, tapi ada-ada saja isu yang aneh-aneh dihembuskan orang. Kalau kita yang tahu bagaimana Sumut sebenarnya, maka ikutlah kita menenangkan masyarakat yang mulai terpengaruh," terangnya. (sib/s1)






















