Hadiri Perayaan Natal Oikumene Tapteng 2019, Bupati Ajak Jemaat Jauhi Kesombongan, Keangkuhan.
22 Desember 2019 - 17:40:15 WIB | Dibaca: 3098x
Manduamas (SIOGE) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) melaksanakan Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Tahun 2019 di Lapangan Bola Kaki Manduamas, Sabtu (21/12/2019). Perayaan Natal Oikumene ini mengusung tema “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang" (Yohannes 15:14-15) dengan sub tema "Melalui Perayaan Natal mari kita dukung bersama program pembangunan Tapanuli Tengah yang lebih maju, berakhlak, adil, dan sejahtera”.
Perayaan Natal Oikumene ini diawali dengan prosesi ibadah Natal dari depan Gereja Katolik Manduamas menuju Lapangan Bola Kaki Manduamas. Selanjutnya, dilaksanakan Kebaktian Ibadah Natal Oikumene, dan acara umum. Bertindak selaku Pengkotbah Pdt Max Jhon Fredy Ebe.
Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Oikumene Tapteng Tahun 2019 Freddy L. Situmeang, S.Sos, M.Kes menyampaikan laporan dan dilanjutkan sambutan Bupati Tapteng, dirangkai dengan acara lainnya dan ditutup dengan hiburan dan lucky draw.
Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan tentang alasan ditetapkannya Kecamatan Manduamas sebagai tempat Perayaan Natal Oikumene Tapteng tahun 2019.
“Saudara sauraku yang dikasihi Tuhan, Natal Oikumene yang dilaksanakan di penghujung tahun 2019 ini di wilayah ujung Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di Kecamatan Manduamas, yakni kota bertuah, kota yang kita cintai. Ada orang bertanya kenapa harus Manduamas? Kenapa tidak di Pandan saja..? Lantas saya bertanya balik, kenapa tidak di Manduamas..? Kenapa harus di pandan..?Manduamas ini adalah bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami ingin menyampaiakan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah terdiri atas 20 kecamatan, 215 desa dan kelurahan. Sudah menjadi kewajiban kami selalu Bupati Tapanuli Tengah menjaga marwah Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini,” kata Bupati.
“Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Natal 25 Desember 2019 dan sebentar lagi Tahun Baru 1 Januari 2020, yang hanya menghitung hari. Saya mengajak selaku Bupati, mari kita berfikir jernih, mari kita ingat akan Tuhan. Bahwa tahun baru akan berganti, peringatan tiap tahun kita peringati, yang perlu saya pesankan selaku Bupati Tapanuli Tengah, pada Natal dan Tahun Baru ini, yakinkan dirimu makin dekat dengan Tuhan dan kasih Tuhan,” lanjut Bupati.
“Kehebatan yang engkau miliki, kekayaan yang engkau miliki, nyawa yang engkau miliki, harta, kedudukan, jabatan, sekalipun wajah yang cantik dan ganteng semua titipan Tuhan. Tidak ada yang perlu disombongkan, tidak ada usaha yang dipungkiri bahwa ini adalah nikmat Tuhan yang akan dimintai pertanggung jawaban. Bersusah payah orang memecah belah kita di Kabupaten Tapanuli Tengah, bahwa isu-isu perpecahan, isu-isu agama tidak akan mempan di Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini," jelas Bupati.
Bakhtiar Ahmad Sibarani juga mengajak para jemaat amalkan kebaikan. Kalau hidup tanpa kasih, yakinlah yang ada suatu kesombongan, keangkuhan. Saudara-saudara akan dimintai pertanggungjawaban. Untuk itu, mari hidup dengan kasih, intinya kasih tidak akan menyombongkan diri,ucapnya.
“Kita akan membangun dengan peningkatan aspal hotmik 4 ruas jalan melalui Dana Alokasi Khusus tahun 2020, yaitu Jalan Anggoli-Sibiobio di Kecamatan Sibabangun, Jalan Simpang Sekolah-Sampang Maruhur di Kecamatan Sirandorung, Jalan Tumba Jae-Palombang di Kecamatan Manduamas, dan Jalan Simargarap-Baringin di Kecamatan Pasaribu Tobing. Peningkatan dengan aspal hotmix keempat ruas jalan itu pada awal bulan Februari 2020 akan kita mulai pembangunannya,” ungkap Bupati.
“Sekitar Rp. 160 milyar Tahun 2020 kita siapkan untuk membangun Jalan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Adaikan hari ini saya dihina dan dicaci, andaikan hari ini saya dihujat dan dimaki, saya hanya memilih diam ketika membalas cacian dan makian orang itu. Tetapi ketika masyarakat Tapanuli Tengah yang dihina harga dirinya, hari ini saya katakan jangankan pangkat dan jabatan, nyawapun akan saya pertaruhkan. Saya tidak akan peduli kamu siapa, saya tidak acuhkan dan dengarkan pangkatmu apa, golonganmu berapa, wajahmu seperti apa, saya katakan saya cinta dengan masyarakat Tapanuli Tengah, saya besar dan lahir di sini, matipun dikebumikan disini.

Selanjutnya, Bupati Tapanuli Tengah mengkampanyekan tentang pemberantasan Narkoba di Tapteng. “Bapak, Ibu, Saudara sekalian, kami ingatkan lagi kepada kita semua bahwa mulai 1 Januari 2020, akan berlaku Peraturan Desa/Kelurahan atas sanksi sosial yang diberikan kepada warga Kabupaten Tapanuli Tengah yang terlibat Narkoba. Jika ada yang memakai Narkoba dan tertangkap, serta diproses hukum akan diusir selama 15 tahun tidak dapat kembali ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Untuk Bandar dan/atau Pengedar Narkoba tertangkap dan diproses hukum maka tidak dapat lagi kembali selamanya ke Kabupaten Tapanuli Tengah," pungkasnya.
Bupati juga memaparkan saat ini fokus memberantas narkoba dan berbagai usaha dan tempat maksiat. Sudah 973 tempat usaha maksiat yang ditutup di wilayah Tapteng. Minimal Rp. 973 juta uang masyarakat per hari yang diselamatkan dari usaha-usaha maksiat itu, jika setiap tempat maksiat menyedot Rp. 1 juta uang masyarakat per hari.
“Kami lahir di sini, kami tidak akan pernah meninggalkan dan mengkhianati masyarakat. Yakinkan bagi diri kita, Agamamu denganmu, Tuhanmu denganmu, Tuhanku denganku, Tuhan saudara kita dengannya, untuknya agamanya, tetapi kita tidak bisa di batas dan jangan terpecah belah hanya gara-gara agama. Mari kita tingkatkan silaturahmi dan persatuan diantara kita semua. Jangan agama menjadi pembatas bagi kita untuk bersaudara. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil,” kata Bakhtiar Ahmad Sibarani.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, pribadi dan keluarga, kami mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2019 dan Tahun Baru 1 Januari 2020. Semoga berkat Tuhan, kasih Tuhan selalu bersama kita,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani memberikan 1.000 paket tali asih kepada 1.000 Kepala Keluarga (KK). Setiap paket tali asih itu terdiri atas 5 kg Beras, 2 botol Sirup, dan Uang Rp. 200.000.
Bupati Tapanuli Tengah juga memberikan tali asih kepada 30 orang anak-anak berprestasi di bidang pendidikan.
Di acara itu, Bupati Tapanuli Tengah mengatakan akan memberikan beasiswa kepada 5 orang dari Kecamatan Manduamas yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Bupati juga memberikan bantuan rumah layak huni kepada 6 orang kepala keluarga di Kecamatan Manduamas tahun 2020.
Perayaan Natal Oikumene ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Forkopimda Tapanuli Tengah, Ketua dan Anggota DPRD Tapanuli Tengah, Sekretaris Daerah Tapteng, Staf Ahli dan Asisten, Pimpinan OPD, Camat, Lurah, dan Kepala Desa se Tapteng, Pimpinan Instansi Vertikal di Tapteng, Tim Penggerak PKK Tapteng, BKAG Tapteng Pastor Paulus Posma Manalu, Pr, para Pendeta, Pastor, Porhanger, Sintua, Suster, dan Majelis Gereja dari berbagai Donominasi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, masyarakat dan undangan lainnya. (rel/s1)






















