Karo Kembangkan Bunga Krisan untuk Ekspor ke Jepang
09 Februari 2020 - 23:50:07 WIB | Dibaca: 3180x
Tanah Karo (SIOGE) - Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny Sariati Terkelin Brahmana, Asisten 1 Pemerintahan Suang Karo-karo, Kadis Parawisata Munarta Ginting, Kadis Deprindag Edison Karo-karo, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Mikael Purba dan Camat Merek Juspri M Nadeak, meninjau green house bunga Krisan yang dikelola Mr Berts dan Mrs Marica warga Belanda yang sudah puluhan tahun tinggal di Medan, bahkan dijadikan sebagai obyek wisata bunga, Jumat (7/2) di Merek.
Terkelin sangat kagum dan takjub melihat warna warni bunga beraneka ragam jenis itu. Diakui, keberadaan green house bunga Krisan ini diketahui dari ibu PKK Kabupaten Karo. Menurutnya, proses penanaman hingga perawatan dan panen memang cukup rumit dan butuh biaya relatif besar, namun semua ini dapat dijadikan studi tiru agar masyarakat mengembangkan bunga Krisan melalui Bumdes.
"Untuk itu saya minta Kabid Hortikultura buat studi tiru, gunakan lahan Pemkab Karo yang ada di Desa Nagara, kelola melalui Bumdes atau kerja sama dengan pihak lain," ujarnya.
Sementara Ketua PKK Karo Ny Sariati Terkelin Brahmana mengatakan, keberadaan bunga Krisan di wilayah Tanah Karo cukup berpotensi bagi petani bunga tradisional di Karo. Pasalnya, bunga Krisan bisa diandalkan baik dari kualitas dan kwantitasnya. Sariati meminta kepada pengusaha agar bunga Krisan ini sementara jangan dipasarkan di wilayah Karo untuk menjaga ekonomi kerakyatan petani bunga.
Mr Berts menjelaskan bunga Krisan miliknya warnanya sangat beragam, daunnya unik dan bentuknya pun macam-macam. Salahsatu yang menarik dari bunga Krisan adalah ragam wujudnya, baik itu aneka bentuk seruni sampai aneka rupa warna bunga Krisan. Tapi yang ada sekarang ini ada 14 jenis yang ditanam.
Diakui Berts, hasil bunga Krisan perminggu mampu menghasilkan 30 ribu batang setelah masa panen. Menurutnya, bunga tersebut dipasarkan ke Jakarta dan sekitar Medan. Dikatakannya, 2 bulan ke depan bunga Krisan sudah dapat diekspor ke Jepang, sebab selama ini pihak Jepang sudah melakukan penjajakan dan kerjasama dengan mereka melalui kantor pusat di Tanjung Morawa, sedangkan di Merek hanya cabang.
"Proses tanam hingga panen bunga Krisan membutuhkan waktu 15 minggu. Untuk pengembangan bunga Krisan ke depan terus kami tingkatkan dari sekarang yang ada green house seluas 1,2 hektar. Berkaitan dengan derasnya arus permintaan dari Jepang, maka kami akan menambah luas green house 6 hektar lagi," pungkas Berts. (t/s1)






















