Bupati Tapteng Tegaskan Jangan Dikutip 1 Rupiah Dari Masyarakat
18 April 2020 - 08:32:14 WIB | Dibaca: 3465x
Tapteng (SIOGE) - Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani menegaskan kepada jajaran Pemerintah se-Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) agar tidak mengutip biaya apapun dengan alasan apapun walaupun 1 rupiah dari masyarakat dalam penyaluran bantuan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Bupati didampingi Wakil Bupati Darwin Sitompul dan Ketua DPRD Khairul Kiyedi Pasaribu di Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Jumat (17/04/2020).
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait adanya informasi ada salah satu lurah dalam membagikan bantuan memungut Rp3000 dari masyarakat.
"Kami juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Tapanuli Tengah, karena kami mendapatkan informasi bahwa ada salah satu Lurah, dari 215 desa dan kelurahan yang telah membagikan bantuan ini, ada satu Lurah di PO Manduamas diinformasikan mengutip Rp 3.000 per masyarakat dan sudah dikutip kepada 15 orang masyarakat," ungkap Bupati.
"Kami akan mencek kebenaran informasi ini agar tidak ada fitnah, bagaimana itu Informasinya. Apabila Informasi itu betul maka Lurahnya akan kami copot. Kami juga meminta 20 Camat yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, agar mengawasi Lurah dan Kepala Desa agar tidak ada penyalahgunaan dan tidak ada pemotongan bantuan dan pengutipan biaya dari bantuan Pemerintah ini. Apabila saudara tidak memiliki uang untuk memberikan biaya transportasi dan biaya minum untuk aparat desa agar melaporkan kepada saya dan akan saya berikan dari uang pribadi saya,” tutur Bakhtiar Ahmad Sibarani.
“Jadi kami sampaikan lagi dan kami pastikan agar jangan ada pengutipan apapun itu. Saya sudah menelepon langsung Lurah tersebut dan menyatakan bahwa dia tidak mengetahui kalau ada oknum anggotanya yang melakukan itu, tapi itu tidak langsung kami percaya begitu saja dan itu akan dicek langsung yang dipimpin oleh Pak Sekda dan Inspektorat. Dan sudah saya sampaikan apabila itu benar agar segera dikembalikan. Dari 215 desa/kelurahan yang membagikan, baru satu kelurahan yang bermasalah dan itu ada 15 orang yang dikutip. Lurah tersebut mengakui ada oknum yang melakukan pengutipan itu dan oknumnya akan kami cek,” tegas Bupati.(kominfo/s1)












.jpg)








