Pasien Positif Covid-19 Sudah Capai 1.370 Orang di Sumut
26 Juni 2020 - 21:42:39 WIB | Dibaca: 3638x
Medan (SIOGE) - Hingga Jumat (26/6) sore, jumlah kasus pasien positif terinfeksi covid-19 terus bertambah di Sumut mencapai 14 orang sehingga totalnya menjadi 1.370 orang dengan hari sebelumnya sudah mencapai 1.356 orang.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah kepada wartawan di Medan, Jumat sore.
Aris mengatakan, kasus terbanyak tetap masih di Medan yaitu 895 orang, disusul Deli Serdang 175 orang, Simalungun 67 orang, Pematang Siantar 54 orang, Binjai 22 orang, Karo 20 orang, Serdang Bedagai 17 orang dan Asahan 14 orang dan Langkat 10 orang.
Sementara untuk pasien Covid-19 yang sembuh, tambah Aris juga mengalami peningkatan sebanyak 64 orang sehingga total yang sembuh sampai Jumat ini sebanyak 355 orang.
Pasien sembuh di antaranya terbanyak di Medan, yakni 227 orang, disusul Deli Serdang 57 orang, Simalungun 18 orang, Pematang Siantar 14 orang, Serdang Bedagai 11 orang, Binjai 9 orang, dan Tapanuli Utara 4 orang.
"Beberapa hari terakhir menunjukan peningkatan yang cukup baik terkait data pasien sembuh yang telah selesai dirawat. Hal ini akan terus menjadi perhatian gugus tugas dalam upaya penyembuhan masyarakat Sumatra Utara yang terpapar covid-19," kata Aris.
Sedangkan yang pasien positif covid-19 yang meninggal dunia, bertambah 4 orang pada Jumat itu atau totalnya menjadi 87 orang. Jumlah kasus meninggal dunia diantaranya terbanyak di Medan 54 orang, disusul Deli Serdang 13 orang, dan Pematang Siantar 3 orang.
Dan jumlah pasien positif covid-19 yang menjalani perawatan totalnya sebanyak 928 orang. Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 202 orang dan Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.108 orang.
Ia menambahkan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru, masyarakat tidak boleh lagi menjalankan kebiasaan lama yang merasa aman dengan tidak menggunakan masker, yang merasa aman dengan tidak menjaga jarak.
"Inilah kebiasaan baru yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari hari kita, karena kita yakin apabila ini dilakukan secara serempak, secara bersama-sama, secara terus menerus, ini yang akan menjadi sebuah kekuatan besar untuk mencegah penyebaran covid-19," ujar dr Aris.
Dan ditambahkannya, keluarga menjadi basis terhadap perubahan perilaku. "Keluarga lah yang kemudian menjadi kekuatan utama kita untuk adaptasi kebiasaan baru, kebiasaan menjaga jarak, menggunakan masker dan kebiasaan mencuci tangan. Kita yakin dengan cara-cara ini kita bisa melawan covid-19, kita yakin kita pasti bisa," pungkas dr Aris.(mbisnis)






















