Protes Pembagian BLT Tidak Transparan Ricuh , Kepala Desa Mengundurkan Diri
29 Juni 2020 - 22:39:48 WIB | Dibaca: 3257x
Madina (SIOGE) - Terkait adanya aksi protes warga yang berujung kericuhan atas dugaan ketidaktransparan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) dan meminta kepala desa mundur dari jabatannya di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (29/6/2020).
Akibat adanya aksi desakan warga itu, kepala desa (Kades) Hutapuli, Hanafi Nasution akhirnya memilih mundur dari jabatannya setelah.
Informasi pengunduran diri tersebut diterima wartawan, setelah mendapat desakan dari warga yang melakukan aksi blokade Jalinsum. Unsur muspika setempat sempat mencoba memediasi, namun belum berhasil mengatasi kekisruhan.
Hanafi Nasution akhirnya memutuskan menanggalkan jabatannya sebagai Kades Hutapuli dengan membuat surat pengunduran diri lalu membacakan surat tersebut di hadapan peserta musyawarah.
Terkait kabar pengunduran diri kades tersebut, Camat Siabu Madina, Ali Siabu mengatakan pengunduran diri tersebut atas kejadian tudingan masyarakat bahwa penerima BLT tidak tepat sasaran, yang akhirnya masyarakat mengambil tindakan pemblokiran jalan. "Benar telah menyatakan pengunduran diri," ujarnya dikutip dari tribun.
Terkait pengunduran diri, kecamatan sendiri akan mengambil beberapa langkah awal. "Langkah awal adalah membuat laporan ke Bupati tentang kronologi kejadian yang mengakibatkan kepala desa mundur. Sekaligus memintak petunjuk," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi protes warga berujung pembakaran dua unit mobil. Satu di antaranya merupakan mobil milik Wakapolres Madina.
Terkait kabar tersebut, Kapolres Madina AKBP Horas Silalahi dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, mengatakan bahwa hingga kini warga masih blokade jalan. "Namun, massa sudah reda," bebernya.
Saat disinggung terkait informasi adanya pembakaran mobil polisi, Kapolres Madina membenarkannya. "Mobil yang terbakar milik Wakapolres dan mobil sedan milik sipil," ungkapnya.
AKBP Horas Silalahi menuturkan dugaan permasalahan yang terjadi diduga terkait tuntutan kades untuk mundur. "Tuntutan kades untuk mundur," jelasnya.
Pemblokiran Jalinsum berjarak sekitar 500 meter dari Mapolres Madina. Pemblokiran jalan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB akibatnya, arus lalu lintas terhenti total.
Sebelumnya, Kades mengatakan, jumlah penerima BLT ini sesuai dengan daftar penerima sebelumnya yakni sebanyak 70 orang. "BLT kami bagikan kepada 70 orang warga dan tidak ada penambahan penerima. Kalau soal blokade jalan apa penyebabnya saya tidak tahu," ujar Kades saat dikonfirmasi awak media.(tribun/s)




.jpg)

















