Di Masa Pandemi Covid-19, DPRD Medan Dorong Pemko Kaji Cara Belajar Siswa Selain Daring
29 Juli 2020 - 21:01:06 WIB | Dibaca: 2814x
Medan (SIOGE) - Pendidikan dalam jaringan (Daring) yang dilakukan di masa pandemi ini sepertinya belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah di daerah. Di Kota Medan banyak orangtua yang bingung dengan sistem belajar Daring ini yang mengharuskan mereka memiliki perangkat elektronik dan jaringan internet yang memadai.
Kondisi ini harus disikapi Pemko Medan dan sekaligus melakukan kajian, sistem pembelajaran yang bagaimana seharusnya diterapkan agar tidak memberatkan orangtua dan bisa menghindarkan anak dari pandemi Covid-19, ujar Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga SE MM kepada wartawan, Rabu (29/7) di ruang kerjanya.
Saat ini, memang Pemko Medan sudah memikirkan cara belajar yang cocok untuk para siswa di masa pandemi Covid-19 ini, ujar Ketua DPC Gerindra Medan ini. Sistem Daring itu dirasa cocok untuk menghindarkan siswa dan guru dari Covid-19.
Namun di sisi lain, persoalan baru muncul, dimana orangtua siswa banyak yang tidak mengerti dengan cara belajar ini. Ditambah lagi dengan kondisi perekonomian yang sulit, sedangkan sistem Daring ini ‘memaksa’ orangtua membeli perlengkapan HP atau android bagi anaknya yang masih sekolah. Ini menjadi dilema bagi para orangtua yang ingin anaknya cerdas.
Hal inilah yang harus menjadi perhatian Pemko Medan untuk dikaji dan ditelaah cara belajar yang lebih efektif bagi anak didik tanpa mengabaikan kesehatan mereka, pungkasnya.
Sementara itu, terpisah Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Medan Rudiawan Sitorus SPil.I MPem.I mendorong Pemko untuk mencari jalan keluar menanggapi persoalan yang dirasakan orangtua atau wali murid saat ini.
"Kita mendapatkan banyak laporan dari masyarakat soal pembelajaran Daring ini. Salah satunya soal alat yang tidak mereka miliki seperti smartphone android dan ketersediaan jaringan internet," ujarnya.
Kenyataannya, warga yang memiliki HP canggih sekalipun tetap tidak bisa menggunakannya terus-menerus karena mahalnya paket data internet. Persoalan ini perlu mendapat perhatian serius sebagai upaya menyemangati orangtua dan siswa dalam menghadapi pembelajaran Daring ini. "Di saat keadaan ekonomi tengah sulit, ditambah dengan beban seperti ini, Pemko Medan didorong untuk memberikan solusi bagi orangtua siswa, salah satunya dengan menggandeng perusahaan provider untuk memberikan layanan wifi gratis di setiap kelurahan, atau meluncurkan paket data yang murah," jelasnya.
Ditambahkan Politisi PKS ini, perusahaan telekomunikasi juga diharapkan untuk lebih berempati dalam membantu dunia pendidikan saat ini. "Kalau selama ini mereka selalu untung, maka hari ini tidak salah juga keuntungan yang mereka (provider) dapat bisa disisihkan untuk membantu program pembelajaran Daring ini," harapnya.
"Hari ini kita belum melihat langkah yang serius dari Pemko Medan dalam persoalan ini. Kebijakan untuk mengajak perusahaan telekomunikasi dalam menyediakan layanan internet murah dinilai merupakan langkah yang solutif," pungkasnya. (s1)












.jpg)








