Syaiful Ramadhan : Pemko Medan Jangan Tergantung Dana Pusat
04 Agustus 2020 - 23:15:19 WIB | Dibaca: 2809x
Medan (SIOGE) - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan Syaiful Ramadhan mendorong Pemko untuk tidak terus tergantung dana transfer pusat, melainkan harus mampu menciptakan peluang baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketergantungan yang terus menerus terhadap dana transfer pusat akan sangat berbahaya. Jika nyaman dengan kondisi ini dikhawatirkan Pemko Medan tidak akan memiliki kreatifitas dalam menciptakan peluang baru menggali PAD, ujarnya, Selasa (4/8) di sela-sela rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020 bersama Banggar DPRD Kota Medan.
Dijelaskannya, dari data Kemendagri hampir 85 persen APBD kabupaten/kota tergantung dari dana transfer pusat dan hanya 15 persen PAD dapat menyokong APBD.
“Hingga saat ini saya melihat Pemko Medan masih belum mandiri dalam keuangan, karena masih bergantung kepada dana transfer pemerintah pusat,” ujarnya.
Kondisi ini harus menjadi perhatian agar Pemko Medan kreatif dalam upaya peningkatan PAD dari berbagai sektor sehingga bisa mandiri dalam keuangan, ujar Politisi PKS itu.
Politisi yang akrab disapa ‘Anak Sunge’ ini mengatakan, dalam menciptakan peluang dan pengembangan PAD, harusnya di era digital ini Pemko memanfaatkan teknologi informasi untuk keterbukaan dan kemudahan perencanaan, pengawasan, dan penggunaan APBD lewat e-budgeting, e-katalog dan e-controlling.
“Jika menggunakan cara lama, saya menilai akan memperbesar celah korupsi atau penyalahgunaan anggaran karena tidak transparan. Bahkan sangat mungkin kebocoran PAD juga tidak bisa terdeteksi,” pungkasnya. (s1)



.jpg)








