Tak Realistis, Target Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Daerah di DKP Cuma Sebungkus Rokok Per Hari
12 Agustus 2020 - 22:42:24 WIB | Dibaca: 2724x
Medan (SIOGE) - DPRD Medan menilai target pendapatan dari pengelolaan kekayaan daerah di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan tidak realistis, sebab tidak sebanding dengan biaya perawatan yang dikeluarkan.
“Di bawah DKP itu ada Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga dan Lapangan Merdeka,” ujar Wakil Ketua DPRD Medan HT Bahrumsyah SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (12/8).
Dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) TA 2021, kata Bahrumsyah, DKP mengasumsikan target pendapatan untuk retribusi sarana tersebut sebesar Rp.7,5 juta pertahun.
Sementara dari hitung-hitungannya, berarti retribusi yang masuk hanya Rp.20 ribu per hari dari pengelolaannya, sementara biaya pemeliharaan yang dikeluarkan mencapai ratusan juta, bahkan miliaran rupiah per tahun, ujarnya.
“Bagaimana mungkin beban biaya tinggi, tapi cuma dapat sebungkus rokok perhari. Itu tidak masuk akal,” tegas Ketua DPD PAN Kota Medan ini.
Karenanya, DPRD tidak sependapat dengan target pendapatan pengelolaan sarana di bawah DKP itu. Sebab, sarana itu tidak dipakai hanya untuk kegiatan sosial saja, tetapi juga untuk bisnis, sebutnya.
“Lapangan itu dipakai kan bukan hanya untuk kegiatan sosial saja, tetapi juga dipakai untuk kegiatan olahraga oleh klub. Kalau hanya untuk kegiatan sosial, oke lah. Kalau dipakai klub, itu kan sewa. Kalau sudah sewa, berarti bisnis. Masa segitu pendapatannya,” ungkapnya.
Untuk itu, DPRD meminta DKP menyampaikan kepada pihak ketiga agar membuat agreemen sewa menyewa yang riil sesuai dengan kesepakatan dan profesional. “Ini perlu, sehingga jelas berapa nilai sewa yang disepakati kedua belah pihak,” pungkasnya. (s1)



.jpg)








