Di Masa Pandemi, Drs Daniel Pinem Ajak Warga Budidaya Pembibitan Ikan di Pekarangan
01 September 2020 - 19:42:14 WIB | Dibaca: 2956x
Medan (SIOGE) - Di masa pandemi Covid-19, Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem mengajak warga Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan untuk memberdayakan pekarangan dengan membudidayakan pembibitan ikan.
Pembudayaan bibit ikan di perkarangan rumah sangat membantu mengurangi kejenuhan akibat pandemi, sekaligus bisa menambah penghasilan keluarga, ujarnya kepada warga saat menggelar Reses III masa sidang III Tahun 2020 di Jalan Sakura I, akhir pekan lalu, Sabtu (29/8).
"Selama pandemi kita disuruh untuk di rumah saja untuk menghindari penularan Covid 19. Ini pasti menganggu penghasilan dan banyak yang tidak bekerja lagi. Jadi nanti akan dijelaskan dari Dinas Pertanian Kota Medan bagaimana caranya berbudidaya ikan yang pembiayaannya dibantu pemerintah," ujar Sekretaris F-PDI Perjuangan DPRD Medan ini.
Daniel juga mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 yang sudah "memakan" banyak korban.
"Covid 19 itu ada, bukan main-main. Jadi marilah kita jaga diri masing-masing agar tidak terkena virus yang mematikan ini," pintanya.
Perwakilan dari Dinas Perikanan Kota Medan Endang Supriyatna menjelaskan, program budidaya pembibitan ikan merupakan kegiatan yang sudah lama dilakukan dan diarahkan kepada ibu-ibu tumah tangga untuk menambah penghasilannya. Karena budidaya ikan ini tidak harus memiliki perkarangan yang luas dan dapat dilakukan secara berkelompok.
"Kalau sudah berbentuk kelompok, bisa membuat permohonan bantuan ke Pemko Medan dengan sebelumnya meminta agar kelomppknya dibuatkan SK oleh kelurahan setempat. Nanti Dinas Perikanan akan mensurvei kelompok usaha itu untuk menilai apakah layak atau tidak mendapatkan bantuan," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu sejumlah warga, di antaranya warga Flamboyan 5 Medan Tuntungan, Mirza mengeluhkan tiang listrik yang sedikit sekali sehingga perlu adanya penambahan. Disebutkannya, selain masalah tiang listrik, pihaknya juga berharap agar dibangunkan pos Siskamling untuk mengantisipasi banyaknya maling.
Sedangkan Ny Manurung mengeluhkan sudah buruknya tiang listrik dekat rumahnya sehingga dikhawatirkan tumbang dan bisa membahayakan anak-anak karena sering tergenang air. Selain itu disebutkannya, pada musim penghujan seperti sekarang ini, lingkungannya sering banjir karena parit tidak ada. Untuk itu diminta agar pemerintah membuatkan parit di sana.
Permasalahan KTP yang belum juga selesai padahal sudah diurus tahun lalu. Untuk itu warga meminta agar pemerintah segera mempercepat pengurusan KTP sehingga warga bisa merasa nyaman, ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya, Siboro mengeluhkan Jalan Seroja Raya sekitar Pasar Melati kalau setengah jam saja hujan, maka air bisa setingga setengah meter. “Apakah tidak perbaikan jalan ataupun perbaikan selokan karena paritnya sebenarnya sudah cukup besar namun perlu adanya perbaikan sehingga bisa mengalirkan air,” ujarnya.
Menanggapi itu, perwakilan Dinas Sosial, Dedy menyebutkan kemampuan pemerintah terbatas untuk membantu warganya. Penerima Bansos harus masuk data terlebih dahulu. Pengusulannya berawal dari musyawarah kelurahan. Masyarakat diminta berperan aktif dengan mengusulkan pembuatan data penerima Bansos di dalam Musrembang pembangunan di tingkat kelurahan, sehingga bisa didata ulang.
Sementara itu, Daniel Pinem mengakhiri resesnya mengatakan masyarakat sekitar Pasar Melati Medan menjaga lingkungan dan paritnya agar tidak terkena banjir saat hujan turun. Sedangkan untuk pengaspalan jalan di tahun 2020, ia mengaku sudah mengusulkan melalui pokok pikiran Anggota DPRD dan berharap di tahun 2021 situasi ekonomi pemerintah membaik sehingga APBD mencukupi untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur, pungkasnya. (s1)



.jpg)








