Syaiful Ramadhan : Konsepnya Sudah Jelas, Menata Kota Medan Tidak Bisa Suka-Suka
23 September 2020 - 19:11:10 WIB | Dibaca: 2876x
Medan (SIOGE) - Pembangunan di Kota Medan kerap menjadi isu yang mengemuka menjelang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Permasalahan yang sering muncul di antaranya soal keberhasilan satu kota dalam pembangunan infrastruktur. Padahal, jika menilik lebih dalam pelaksanaan pembangunan di satu kota dilaksanakan berdasarkan aturan yang sudah jelas alias tidak bisa suka-suka.
"Soal rencana pembangunan di satu wilayah memang tidak bisa suka-suka, ada aturan yang harus diikuti sebagai panduan yang baku dan jelas," ujar Anggota DPRD Medan Syaiful Ramadhan kepada wartawan, Rabu (23/9/2020) saat ditanya terkait rencana pembangunan Kota Medan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan itu, menilai setiap rencana pembangunan di satu kota harus merujuk kepada aturan-aturan yang sudah ada dan ditentukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Disebutkannya, Kota Medan telah memiliki Perda No.13 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2011-2031 dan Perda No.2 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ) Kota Medan Tahun 2015-2035.
"Jadi, siapapun yang menjabat Wali Kota Medan sampai dengan 2035 sebenarnya tinggal mengikuti arahan rencana pembangunan sesuai RTRW dan RDTR-PZ itu. Jadi tidak dalam kamusnya soal pembangunan yang suks-suka," ungkap politisi muda PKS itu.
Begitu juga dengan kepala daerah yang tentunya memiliki visi dan misi yang harus dijabarkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) periode lima tahunan, konsepnya harus selaras dengan aturan yang ada.
Ditambahkannya, baik itu ide baru, gagasan segar, maupun kreativitas tentu saja terbuka, bahkan harus dalam mengantisipasi perkembangan kota yang sangat dinamis. Hal itu juga bisa dilakukan tanpa harus menabrak aturan hukum, ujarnya.
"Menata Kota tidak bisa suka-suka, apalagi terserah yang lagi berkuasa, atau punya kedekatan dengan penguasa, karena menata kota itu sudah ada aturannya. Kunci utama adalah butuh gagasan yang luas serta pengalaman," pungkasnya. (s1)



.jpg)








