Sejumlah Ketua Komisi DPRD Medan Ajak Masyarakat Kawal Pilkada dari Kecurangan
27 November 2020 - 23:11:25 WIB | Dibaca: 2944x
Medan (SIOGE) - Sejumlah Ketua Komisi di DPRD Medan mengajak seluruh masyarakat ntuk peduli dan menjaga Pilkada berjalan sukses dan tanpa ada kecurangan.
Ketua Komisi I Rudiyanto Simangunsong SPdI kepada SIB, Jumat (27/11/2020) mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk peduli dan menjaga Pilkada hingga berjalan jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia.
Hal itu karena melihat perkembangan pelaksanaan Pilkada Kota Medan yang belakangan ini menjadi sorotan nasional. "Saya mengajak semua komponen agar sama-sama menjaga Pilkada Medan yang akan digelar Rabu 9 Desember 2020, tidak ternoda dengan tindakan melanggar hukum," ujar Politisi PKS itu.
Di era digital sekarang ini, Rudiyanto mengajak seluruh komponen masyarakat di Medan untuk aktif mengawasi pelaksanaan Pilkada dengan memoto, memideokan pelanggaran dalam proses Pilkada. "Memanfaatkan teknologi untuk menjaga Pilkada berjalan dengan baik adalah salah satu bukti cinta kita untuk Kota Medan dalam menghasilkan kepemimpinan lebih baik," jelasnya.
Disebutkannya, F-PKS siap menerima foto, video pelanggaran Pilkada untuk dilaporkan kepada Bawaslu Medan. "Kita akan sangat mengapresiasi bagi masyarakat yang memiliki dokumentasi pelanggaran Pilkada, Fraksi PKS siap menerima bukti dokumentasi tersebut," pungkasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak SH yang dihubungi terpisah. Pelaksanaan Pilkada di Medan harus sama-sama dijaga agar bisa berjalan lancar dan sukses. Seluruh masyarakat harus melakukan pegawasan Pilkada mulai dari tahapan awal sampai pencoblosan dan perhitungan suara.
Selain itu, Paul juga meminta agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) benar-benar netral di Pilkada. Netralitas ASN harus benar-benar dijaga agar usai Pilkada, tidak terjadi pengkotak-kotakan sesama pelayan masyarakat.
Selain mengawasi perjalanan Pilkada agar tidak curang, masyarakat juga diharapkan tidak menjadi pelaku pelanggaran. Misalnya, tidak menerima uang atau sejenisnya agar memilih salah satu calon dengan tujuan agar bisa memenangkan Pilkada. “Kita mau Kota Medan ini semakin baik ke depannya. Karena selama ini Kota Medan sudah dikenal dengan kota sejuta lubang, kota terjorok dan sejumlah sebutan lainnya, ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
“Kita harus bangkit dan menghilangkan julukan yang tidak enak itu. Untuk itu silahkan memilih pasangan calon yang dianggap mampu membawa Kota Medan ke arah yang lebih baik dan yang tidak berorientasi uang,” pungkasnya. (s1)



.jpg)








