Anggota DPRD Medan Minta Ada Transparansi Perbaikan Jalan Kota Medan di Akhir Tahun
15 Desember 2020 - 22:31:04 WIB | Dibaca: 2961x
Medan (SIOGE) - Jelang akhir tahun 2020, Dinas PU terlihat memperbaiki dan melakukan pemeliharaan sebagian saja jalan di Kota Medan. Padahal banyak jalan yang rusak parah tidak kena perbaikan.
Perlu adanya keterbukaan atau transparansi dari dinas terkait, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya tentang kondisi ini, ujar Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).
Muncul beberapa komentar warga terhadap perbaikan jalan yang dilakukan Dinas PU di akhir tahun ini. Karena beberapa ruas jalan yang sudah rusak parah tidak disentuh sama sekali, sedangkan ruas jalan yang tidak begitu parah justru diperbaiki, ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
Lebih membingungkan masyarakat lagi, di ruas jalan yang sama ada jalan yang diperbaiki, sedangkan jalan lainnya justru tidak disentuh sama sekali walaupun parah.
Bagaimana sebenarnya rencana perbaikan yang dibuat Dinas PU Kota Medan dalam pengerjaannya. Harus ada transparansi, sehingga semua masyarakat tahu dan bisa mengawasi pekerjaan di lapangan, pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Medan Drs Daniel Pinem yang dihubungi secara terpisah. Disebutkannya, hanya sebagian ruas jalan saja yang diperbaiki di Jalan Pintu Air IV Kwala Bekala. “Sekira 50 meter saja yang diperbaiki. Sedangkan kerusakan jalan di lokasi itu sangat banyak,” ujarnya.
Harusnya ada kejelasan sistem kerja dinas terkait agar masyarakat yang ada di lapangan bisa mengawasinya. Sudah banyak warga yang mempertanyakan hal itu ke anggota dewan, karena sistem kerja Pemko Medan itu, membingungkan masyarakat.
“Kalau ada jalan rusak di satu jalan, kenapa hanya 50 meter saja diperbaiki, sedangkan kerusakan di jalan yang sama ada belasan titik dan yang parah ada sekira 3-4 titik,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
Ditegaskannya, kalau perbaikan jalan hanya sebagian saja akibat tidak cukupnya anggaran, hendaknya dijelaskan agar masyarakat tahu. Namun kalau hanya menghabiskan anggaran yang tersisa di akhir tahun, harusnya ada perencanaan yang jelas dan ada skala prioritas, sebutnya.
“Sangat sayang anggaran itu sudah keluar, namun masyarakat tidak bisa menikmati fasilitas jalan tersebut. Karena di sepanjang jalan tersebut, masih sangat susah dilalui akibat lebih banyak jalan yang rusak dibandingkan yang diperbaiki,” pungkasnya. (s1)



.jpg)








