Partisipasi Pemilih Sebanyak 46 Persen, Pilkada Medan Masih Tidak Memuaskan
17 Desember 2020 - 20:57:25 WIB | Dibaca: 2835x
Medan (SIOGE) - Pilkada Medan telah usai digelar pekan lalu, namun, masyarakat menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan masih belum memuaskan dalam hal peningkatan jumlah partisipasi pemilih.
Jumlah partisipasi pemilih masih di bawah 50 persen dan itu masih sangat tidak memuaskan, ujar Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).
Disebutkannya, dibanding Pilkada sebelumnya, KPU Medan berhasil meningkatkan jumlah pemilih hingga 46 persen. "Kalau dibandingkan dengan partisipasi di Pilkada 2015 yang cuma 24 persen, sekarang 46 persen. Ya KPU berhasil meningkatkan partisipasi pemilih," ujar Politisi PKS itu.
Meskipun begitu, ia mengatakan hal itu bukanlah prestasi terbesar KPU. Sebab, dalam Pilkada 2020 ini, masih banyak warga yang tidak mendapatkan C Pemberitahuan KWK.
"Apakah ini prestasi KPU yang terbesar, saya rasa tidak. Karena saya menemukan banyak warga yang tidak mendapatkan C pemberitahuan KWK. Bahkan saya pernah temukan warga bilang ke saya C pemberitahuan itu di Kepling, KPPS," jelasnya.
Parahnya lagi, Ruduyanto mengungkapkan dirinya dan keluarga tidak mendapatkan C Pemberitahuan KWK dari KPU Medan. "Bahkan saya dan keluarga saja tidak dapat itu, akhirnya saya memilih menggunakan e-KTP di TPS 18 Asam Kumbang. Saya tunggu di TPS sejam setengah," ungkapnya.
"Sekitar 2 bulan sebelum Pilkada, saya cek di website KPU, nama saya terdaftar di DPT, di lapangan saya tunggu dan saya tak dapat," lanjutnya seraya menjelaskan jika C Pemberitahuan KWK itu disalurkan secara maksimal, partisipasi pemilih diyakini akan berada di atas 60 persen.
"Tapi saya tak mau menerka apa maksud dari itu. Kita tak mau Pilkada itu dimenangkan Golput," jelasnya. Ketua F-PKS DPRD Medan itu menegaskan pihaknya mendukung siapapun Wali Kota terpilih. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan ke depan bergantung pada Pilkada ini.
"Kalau tidak maksimal, wali kota nya tidak kredibel, hampir sama persentase kemenangan dengan Golput. Kalau kita Komisi 1 pada dasarnya sama, siapapun wali kota nya kita dukung sebagai penyelenggara pemerintahan," tegasnya.
Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik kepada wartawan usai rekapitulasi suara di Hotel Santika Medan, kemarin mengatakan partisipasi pemilih naik dibandingkan Pilkada sebelumnya.
"Partisipasi pemilih saya kira kalau dilihat dari pembandingnya dari Pilkada Medan, maka ini termasuk yang paling tinggi sebenarnya. Kalau di Pilkada 2010 sebanyak 38 persen dan Pilkada terakhir 2015 sebanyak 25 persen. Sekarang sudah mencapai 46 persen. Dari kenaikan margin partisipasi naik meski target nasional itu tidak tercapai yakni 77,5 persen," pungkasnya. (s1)



.jpg)








