Tidak Hargai Teguran Dewan, Ketua DPRD Medan Minta Wali Kota Evaluasi Camat Medan Perjuangan
10 Maret 2021 - 23:32:37 WIB | Dibaca: 3392x
Medan (SIOGE) - Ketua DPRD Medan Hasyim SE minta kepada Wali Kota Bobby Nasution agar mengevaluasi kinerja Camat Medan Perjuangan Afrizal yang dinilai tidak menghargai teguran yang disampaikan anggota DPRD Medan Paul MA Simanjuntak saat berkunjung ke kantornya, pekan lalu.
“Anggota dewan itu fungsinya pengawasan (controling) yang melekat pada diri masing-masing anggota dewan. Dewan bukan sekadar wakil rakyat. Tapi bagian dari pemerintahan. Pemko itu eksekutif, dewan adalah legislatif. Eksekutif dan legislatif adalah mitra. Kami selaku dewan pengawasannya, yang kami awasi itu eksekutif. Kok dibilang pula dewan terlalu jauh mencampuri pekerjaan camat” ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).
Menurutnya, meski camat dan lurah punya pengawasan internal seperti Inspektorat dan Tapem (Tata Pemerintahan), tapi dewan punya hak melakukan pengawasan kinerja eksekutif. “Ini harus menjadi perhatian wali kota, camat tersebut harus dievaluasi. Tidak boleh seorang camat mengatakan kepada anggota dewan jangan terlalu mencampuri urusan camat,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihannya yaitu ke kantor Camat Medan Perjuangan, pekan lalu. Paul mengungkapkan sejumlah pengaduan masyarakat, seperti adanya keresahan Kepling yang akan dicopot camat dan siapa yang mau jadi Kepling harus setor Rp.15 juta hingga Rp.30 juta. Camat juga pernah tiga kali mengangkat Kepling di Kelurahan Sei Kera Hilir I tanpa rekomendasi lurah. Padahal sesuai Perda, Kepling itu diusulkan lurah sementara camat bertugas mengeluarkan SK.
Selain itu, Paul juga mempertanyakan berapa sebenarnya biaya untuk mengurus surat kematian dan SK Camat untuk tanah. "Ada pengaduan masyarakat mengurus surat kematian Rp.100.000-200.000 dan SK Camat sampai Rp.3 juta," tegas Bendahara F-PDI Perjuangan DPRD Medan itu seraya mempertanyakan jarangnya camat dan Kasipem masuk kantor.
Namun, Camat Medan Perjuangan Afrizal saat itu membantah semua tuduhan masyarakat dan meminta agar Anggota Dewan jangan terlalu jauh mencampuri urusan camat dan jangan terlalu mendengar pengaduan masyarakat.
Situasi pertemuan tersebut sempat memanas sehingga Paul meminta kepada camat agar jangan mengajari dewan bekerja. "Bekerja saja dengan baik agar tidak ada dugaan negatif dari masyarakat," pungkasnya. (s1)



.jpg)








