Puluhan Tahun Indonesia Merdeka, Warga Jalan Pales Tidak Miliki Tiang Listrik
20 Maret 2021 - 18:40:05 WIB | Dibaca: 3025x
Medan (Sioge) - Sudah puluhan tahun Merdeka, warga Jalan Pales 6 Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan belum mendapatkan fasilitas umum seperti tiang listrik. Warga berharap Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem menyurati PT PLN agar mendirikan tiang listrik di lokasi itu.
“Di Jalan Pales 6 ini ada sekolah, namun sampai sekarang belum ada tiang listrik. Jika bisa Pak Daniel menyurati PLN, kalau butuh dukungan, kami siap menandatangani,” sebut salah seorang warga E Ginting kepada anggota DPRD Medan Daniel Pinem saat menggelar Reses masa sidang II TA 2021 yang dilaksanakan di Jalan Pales 6 Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (20/3/2021).
Selain itu, disampaikannya juga masalah pembangunan jalan di Pales 7. Warga menuding, perencanaan dan fakta di lapangan tidak sesuai. Di jalan Pales 7 dibuat parit tinggi lalu jalannya dikeruk, tapi tidak juga diaspal. “Kami minta Pemko jangan asal membangun saja, perencanaannya harus matang,” ujarnya sambil mengusulkan agar para kepada dinas dihadirkan dalam setiap reses.
Sementara itu, Paimin warga Jalan Pales 7 yang mengaku menetap di kawasan tersebut sejak tahun 70-an menyatakan hingga kini bantuan apa pun dari pemerintah tidak didapatkannya. “Jangankan BLT, bantuan Covid-19 ini juga tidak dapat,” keluhnya.
Warga Jalan Pancur Siwah, Darman Bangun mengeluhkan lampu jalan yang berada di depan pesantren Nurul Hasanah. Sebelum pemilihan Wali Kota Medan lampunya padam. Begitu pemilu, lampu jalan menyala. Namun 3 hari belakangan lampunya kembali padam,” keluhnya. Selain itu, di depan rumahnya saat hujan turun tak ubahnya seperti kolam pancing.
Warga lainnya Mawardi mengeluhkan dirinya dan rekannya sesama para penarik becak kadang-kadnag tidak makan, akibat terdampak Covid-19. Diakuinya, para abang becak hanya mendapatkan Rp.30 ribu perhari, sementara mereka juga harus membeli BBM untuk becaknya. “Akhirnya anak-anak kami tidak sekolah lagi. Oleh karena itu apa terobosan atau bantuan yang dapat diberikan kepada para abang becak,” ujarnya.
Menanggapi itu, Daniel Pinem mengaku baru tahu bila di Pales 6 tiang listrik langsung ke rumah tidak ada. “Kita bisa mendorong. Memang ini tanggungjawab provinsi. Namun, kita bisa juga mendorongnya dan kita punya perwakilan di DPRD Sumut yakni, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting. Jadi, kami berharap kepada warga agar membuat usulan yang langsung ditandatangani masyarakat dan diketahui kelurahan. Setelah itu, langsung disampaikan ke PLN ataupun serahkan ke kami,” jelasnya.
Masalah pembangunan, tidak dipungkirinya, memang tidak dilaksanakan dengan baik. “Kita juga sudah mempersoalkan drainase di Jalan Pales 7 A yang mana pengerjaannya kurang rapi. Ini menjadi masukan bagi UPT PU agar disampaikan ke kepala dinas,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Medan ini.
Menyahuti bantuan sosial, Sekretaris F-PDI Perjuangan DPRD Medan ini menjelaskan bahwa data penerima bantuan sosial masih data tahun 2015 yang belum diupdate. Di Medan baru empat kecamatan yang datanya sudah diupdate. “Kita sudah menganggarkan tahun 2020 untuk memperbaharui data. Namun ketika itu datang pula Covid-19. Sehingga anggaran tersebut direfocusing,” jelasnya.
Terkait bantuan sosial, Lurah Simpang Selayang Albena Boang Manalu menyatakan bahwasanya ada pendataan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi sumber data untuk semua kebutuhan pemerintah dalam pemberian bantuan sosial, baik itu PKH maupun program bantuan yang lainnya. Ini sudah berjalan untuk diperbaharui.
“Saya sudah minta kepala lingkungan agar benar-benar melakukan pendataan. Kami hanya melakukan pendataan. Yang berwenang untuk memutuskan apakah data tersebut berhak menerima bantuan atau tidak, adalah pemerintah pusat,” jelasnya.
Reses tersebut dihadiri Sekcam Medan Tuntungan, perwakilan UPT Dinas PU, BPJS Kesehatan, pihak Puskesmas Selayang, UPT Dinas Pertanian dan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan. (S1)



.jpg)








