Johannes H Hutagalung Nilai Pelayanan Puskesmas Medan Sunggal Kurang Maksimal
21 Maret 2021 - 18:15:44 WIB | Dibaca: 3349x
Medan (SIOGE) - Warga mengeluhkan pelayanan Puskesmas Medan Sunggal yang dirasa kurang maksimal. Warga yang berobat terkadang hanya diberi obat saja tanpa diberi penjelasan penyebab penyakit yang dideritanya.
“Harusnya, selain diberi obat, pasien juga diberi penjelasan tentang penyakit yang diderita, agar masyarakat merasa puas,” ujar warga, Nasib Naibaho kepada anggota DPRD Medan Johannes H Hutagalung SSos saat menggelar Reses II Tahun Sidang Ke II TA 2021 di Jalan Pesantren Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (20/3/2021). Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Medan, BPJS Kesehatan Faisal, Dinas Sosial Helena, Disdukcapil Medan Nora, Camat Medan Sunggal M Indra Nasution, Lurah Sei Sikambing B Sahlan Nasution dan jajaran Kepling serta ratusan masyarakat.
Diungkapkannya, beberapa waktu lalu dirinya mengalami sakit kepala dan datang berobat ke Puskesmas tersebut. Namun dari dokter yang memeriksanya hanya memberikan obat tanpa ada penjelasan penyebab sakit kepalanya.
"Semestinya kita sebagai pasien diberitahu apa sakitnya, bukan hanya sekedar diberi obat. Memang saat itu saya ditensi, tapi tidak ada dijelaskan penyebab sakit dan apa yang harus dilakukan agar tidak sakit lagi," sebutnya.
Disebutkannya, hal serupa sudah sering dialami warga lainnya yang berobat ke Puskesmas tersebut. Dia berharap hal ini jadi perhatian aparat Pemko Medan terkait.
Selain itu, masalah sampah juga menjadi permasalahan. Rita Manalu warga Kelurahan Lalang mengeluhkan sampah yang dibuang sembarangan di lingkungannnya. Di samping itu, diminta kepada dinas terkait untuk memperbaiki parit dan jalan rusak di Kelurahan Lalang.
Warga lainnya, R Hamonangan warga juga mempertanyakan program bedah rumah. Disebutkannya, tahun lalu rumahnya diajukan dalam program bedah rumah oleh Kepling, tapi tidak ada realisasinya.
Menanggapi itu, Anggota DPRD Medan Johannes Hutagalung menilai pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Medan Sunggal masih kurang baik. "Dari keluhan warga terlihat pelayanan yang diberikan Puskesmas Sunggal masih belum maksimal. Hal ini harus jadi perhatian Dinkes Medan agar pelayanan yang diberikan jajaran Puskesmas kedepannya dapat ditingkatkan," ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
Terkait sampah, Politisi yang duduk di Komisi II DPRD Medan itu meminta aparat wilayah untuk berkoordinasi dengan dinas terkait. Warga Kelurahan Lalang diimau untuk selalu menjaga kebersihan dengan rutin bergotong-royong membersihkan lingkungan. Menurutnya, dalam hal ini peran Kepling sangat diharapkan.
Untuk masalah parit dan jalan rusak, Hutagalung mendesak Dinas PU untuk lebih fokus memperhatikan kondisi drainase dan jalan di Kota Medan. "Saya harap keluhan warga tentang parit dan jalan rusak dapat langsung ditangani, agar jangan setiap pelaksanaan reses masalah ini terus muncul," ujarnya.
Program bedah rumah menjaid urusan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, sedangkan pihak kecamatan hanya mendata dan mengajukannya ke dinas. Namun peraturan bedah rumah di setiap kecamatan mendapat jatah 5 rumah setiap tahun, dan keputusan akhir tetap dari pusat.
"Jadi pihak Pemko Medan hanya bisa mengajukan, sedangkan keputusannya di pusat. Untuk masalah rumah pak Hamonangan mungkin masalahnya di Dinas PKPPR, saya akan coba telusuri ini agar bedah rumah bapak segera terealisasi," katanya.
Pada kesempatan itu, Camat Medan Sunggal M Indra Nasution mengakui di wilayahnya tersebut masih banyak persoalan yang belum ditangani maksimal, seperti persoalan infrastruktur, masalah BPJS Kesehatan, penanganan Covid dan persoalan lainnya. "Karenanya kami berterima kasih kepada anggota dewan yang menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses seperti ini. Kami juga sebagai aparat negara akan tetap sebisa mungkin mengatasi keluhan warga," katanya. (S1)



.jpg)








