Pemko Tebing Tinggi Bantu Petani Sekaligus Panen Bersama
31 Maret 2021 - 12:35:25 WIB | Dibaca: 3564x
Tebing Tinggi (SIOGE) - Dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat petani selama situasi pandemi Covid-19 dan untuk mendukung program kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemko Tebing Tinggi beserta unsur Forkopimda Kota Tebing Tinggi, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan panen bersama bawang merah dan cabai merah. Selain panen bersama, Pemko Tebing Tinggi juga pemberian bantuan bibit & pakan ikan kepada kelompok budidaya ikan kolam terpal dan bantuan pupuk cair, pestisida serta benih sayuran sekaligus menanam bersama tanaman Hortikultura di Area Kelompok Tani dalam mendukung Kampung Tangguh di Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Senin (29/03/2021).
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dimana sektor pertanian dianggap lebih mampu bertahan di masa pandemi Covid-19 serta merupakan bentuk kepedulian Pemerintah akan pentingnya sektor pertanian.
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Harry Baskoro menyampaikan pada Tahun 2020 kondisi Ekonomi Indonesia terdampak signifikan oleh pandemi Covid-19, yang mengalami penurunan pertumbuhan dibanding tahun 2019, tetapi untuk sektor pertanian lebih mampu bertahan.
"Secara tahunan, perekonomian Sumatera Utara mencatat penurunan pertumbuhan -1,07% yang dibanding dengan tahun 2019 sangat berbeda yang tumbuh sebesar 5,22%. Namun lapangan usaha (sektor) pertanian dapat tumbuh positif. Oleh sebab itu sektor pertanian perlu menjadi perhatian bersama untuk peningkatan Ekonomi Sumut ditengah kegiatan vasinasi yang masih berjalan," jelasnya.
Adri Nasution Kasi Tanaman Obat dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumutera Utara dalam sambutannya menyampaikan, dinas TPH Sumut terus mengucurkan bantuan untuk Kota Tebing Tinggi baik itu cabe merah, bawang merah, jagung dan komoditi lainnya.
"Pada Tahun 2020 kemarin kita alokasikan bawang merah seluas 9 hektare dimana kita bagi dalam beberapa tahapan. Untuk cabe merah dialokasikan sekitar 5 hektare. Dengan adanya bantuan dari provinsi marilah kita sama-sama tingkatkan produksi bawang merah serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Tebing Tinggi," ujarnya.
Sementara, Sekdako Tebing Tinggi menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan ini sehingga kelompok tani di kelurahan mekar sentosa dapat melaksanakan kegiatan pertaniannya dengan lebih baik lagi.
Sekda juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam sektor pertanian di Kota Tebing Tinggi saat ini adalah lahan pertanian yang mengalami penyusutan, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat atau provinsi.
"Lahan pertanian di kota Tebing Tinggi secara existing hari ke hari, tahun ke tahun mengalami penyusutan, sementara sektor pertanian masih menjadi sektor andalan oleh pemerintah. Oleh karena itu bagaimanapun strateginya, OPD Teknis dalam hal ini DKPP harus dapat lebih optimal, bagaimana mencapai target-target yang telah ditetapkan pemerintah pusat ataupun provinsi," ucap Sekdako.
Sekda memaparkan pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi tumpuan dalam hal ketahanan pangan. Bagaimana memenuhi kebutuhan pangan, strategi yang diterapkan untuk mencapai ketahanan pangan merupakan hal utama yang harus diperhatikan.
"Ketahanan pangan adalah hal yang utama yang harus dipikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan pangan, bagaimana mengembangkan ketahanan pangan sesuai dengan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing," pungkasnya.
Kegiatan dihadiri oleh, Walikota Tebing Tinggi yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi S.Sos, M.TP, Kapolres Tebing Tinggi yang Diwakili AKP Adjie Makno, Perwakilan Danramil 0204/DS, Kepala Kejari Tebing Tinggi yang diwakili Kasi Datun Tulus Sianturi, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Harry Baskoro, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Kasi Sayuran dan Tanaman Obat Adri Nasution. (rel/s)













.jpg)








