Oknum Wartawan Dianiaya Saat Liput Pemakaman Jenazah di Tanjungmorawa
22 April 2021 - 06:26:37 WIB | Dibaca: 3932x
Deliserdang (SIOGE) - Tindak kekerasan kembali terjadi terhadap wartawan yang sedang bertugas. Kali ini dialami Budi Nyata (43) warga Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjungmorawa, seorang wartawan media online Bicaraindonesia.
Menurut keterangan dari Budi, saat itu dirinya sedang meliput suasana keributan adanya penolakan dari warga Dusun I, Desa Ujung Serdang, Tanjungmorawa, terkait rencana pemakaman jenazah pegawai BRI Simpang Limun yang terindikasi Covid-19 di lahan kebun pribadi, Rabu (21/4/2021) siang.
"Itu kan peristiwa, jadi karena tuntutan profesi, saya rekam kejadian itu. Apalagi keluarga dari korban tersebut terlihat histeris. Nah saat saya rekam itulah ada perempuan yang tadi histeris, ngamuk-ngamuk ke aku karena direkam. Seketika itu pula tendangan dari belakang mendarat persis ke pinggang saya sampai saya tersungkur dan langsung disusul dengan pengeroyokan," ucap Budi.
Disinggung berpa orang jumlah pelakunya, Budi menjawab, kurang mengetahui. "Aku sudah tidak tau lagi siapa saja yang memukuli. Karena aku langsung terjatuh begitu ditendang dari belakang oleh laki-laki yang katanya keluarga almarhum. Kalau untuk 30 orang mungkin ada," jawab Budi yang juga Anggota Bidang Organisasi di struktur Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sumut.
Dalam kasus ini, sambung Budi, dirinya mengaku sangat menyesalkan sikap Kades Ujung Serdang dan petugas Bhabinkamtibmas yang terlihat tak berupaya mengantisipasi atau melerai amuk warga tersebut. "Besok pihak Kades memang menawarkan mediasi atas kasus ini. Tapi tentu saya punya pimpinan di media dan Ketua di organisasi. Tadi saya juga sudah diarahkan visum dan selanjutnya akan buat laporan," sebutnya.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami memar di bagian mata kiri, pecah bagian bibir dan keseleo di bagian pinggang.
Atas kejadian itu, Pemimpin Redaksi Bicaraindonesia sekaligus Ketua PW IWO Sumut, Yudhistira secara tegas meminta pihak kepolisian baik Polsek Tanjungmorawa, Polresta Deliserdang dan Polda Sumut, segera mengusut tuntas kasus ini.
"Perbuatan ini sangat biadab. Disaat wartawan yang bekerja dilindungi undang-undang Pers, justru menjadi sasaran pengeroyokan dan penganiayaan," kecamnya.
Atas kejadian ini juga, lanjut Yudis, ia memastikan atas nama media dan Ketua IWO Sumut, pihaknya akan mengawal proses hukum atas tindak pidana yang sangat tidak bisa ditolerir ini. "Apalagi kami dengar kawasan Ujung Serdang yang dikenal dengan Kampung Dayak, kerap memicu keonaran," pungkasnya. (Feri)













.jpg)








