Jelang Lebaran, Usai Sosper Antonius D Tumanggor Bagi Sembako kepada Warga
09 Mei 2021 - 20:18:17 WIB | Dibaca: 2942x
Medan (Sioge) - Warga Lingkungan 8 yang tinggal di pinggir sungai Kelurahan Sei Agul mengaku selama ini membuang sampah ke sungai karena belum memilki Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Akibatnya sungai jadi jorok dan itu disadari warga namun akibat ketiadaan TPS, warga jadi bingung membuang sampah kemana.
Hal itu disampaikan warga kepada Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor saat menggelar Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Sabtu sore (8/5/2021) di Jalan Karya Mesjid Gang Tapanuli Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat.
Warga lain juga mengeluhkan berbagai masalah persampahan yang belum teratasi hingga kini.
Menanggapi itu, Antonius berjanji akan meminta Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Kota Medan, begitupun Camat Medan Barat untuk menyelesaikan persoalan sampah ini.
Pihak DKP, kecamatan hingga kepala lingkungan yang didukung partisipasi masyarakat harus bersinergi mengatasi permasalahan sampah di Kota Medan. Anggota DPRD Dapil 1 meliputi Medan Baru, Medan Petisah, Medan Barat dan Medan Helvetia itu berharap kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai.
DKP diharapkan cepat menanggapinya persoalan sampah ini. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran yang tinggi dalam menyikapi permasalahan sampah di lingkungannya. “Tidak membuang sampah sembarangan, berarti sudah membantu pemerintah dalam menangani masallah sampah.
Perwakilan DKP Zainuddin yang hadir menyebutkan saat ini kebijakan Wali Kota Medan, penanganan sampah sudah diserahkan kepada pihak kecamatan.
Hal senada diungkapkan perwakilan Camat Medan Barat, Pernanda meminta warga tidak sembarangan membuang sampah. “Jadi kalau masyarakat kita sadar, sudah menolong permasalahan sampah. Saya yakin persoalan sampah di Medan akan selesai dan sampah tidak lagi menjadi permasalahan,” pungkasnya.
Usai melaksanakan sosialisasi, Politisi NasDem itu membagi-bagikan Sembako kepada peserta. Sembako itu merupakan sumbangan pribadi, bukan bagian dari sosialisasi Perda. “Kami melihat saat ini warga sedang kesulitan akibat pandemi Covid-19, apalagi menjelang lebaran tahun ini,” ujarnya. (S1)



.jpg)








