Warga Gang Riahna Medan Selayang Keluhkan Tak Miliki Lampu Jalan
11 Mei 2021 - 10:48:51 WIB | Dibaca: 3165x
Medan (Sioge) - Warga Jalan Jamin Ginting Gang Riahna Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang mengaku sudah 20 tahun merasakan nikmatnya memiliki Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), sehingga kawasan itu menjadi rawan kejahatan.
“Warga sekarang kurang nyaman kalau keluar malam-malam, karena tidak adanya LPJU. Rata-rata warga di sini adalah pedagang sayur dan harus keluar dini hari untuk berdagang ke pasar. Karena gang gelap, kami menjadi was-was takut menjadi korban kejahatan,” ujar warga Basri Ginting saat mengikuti Reses Masa Sidang Ketiga Tahun ke II TA 2021 yang digelar anggota DPRD Medan D Edy Eka Suranta S Meliala, Senin sore (10/5/2021) di Jalan Jamin Ginting Lingkungan V Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang.
Selain itu, masalah banjir juga dikeluhkannya padahal di daerah tersebut ada parit besar. “Kenapa daerah kami selalu banjir setiap turun hujan, padahal adanya parit besar,” tanyanya.
Senada dengan itu, Ngamanken Br Bangun mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan jalan di daerahnya. “Karena tidak adanya lampu penerangan jalan, daerah kami sering terjadi jambret. Padahal, ada 3 titik lampu di situ,” katanya.
Banjir juga dikeluhkannya, karena hampir 20 tahun daerah tersebut kerap melanda lingkungannya. “Banjir terjadi karena parit di Gang Malaysia lebih tinggi daripada di Beringin. Air dari parit Gang Malaysia tumpah ke Beringin, akibatnya selalu banjir. Ini keenam kalinya saya usulkan kepada Pak Edy Meliala, mudah-mudahan bisa terealisasi. Apalagi tadi bapak bilang bertugas di Komisi 4 yang menangani pembangunan,” ungkapnya.
Warga lainnya, Ariston Sebayang juga mengeluhkan banjir yang terjadi di tempat tinggalnya di Gang Jati. “Kalau hujan, Gang Jati itu sudah seperti kolam,” ujarnya.
Sedangkan Joni P Sagala mengusulkan agar parit di Jalan Jamin Ginting diperlebar guna mengatasi banjir yang kerap terjadi. “Saya lihat setiap banjir, 1 jam kemudian surut. Ini berarti kurangnya saluran, padahal sungai dekat. Makanya, parit tidak cukup kalau hanya dikorek, tapi harus dilebarkan. Paling panjangnya sekitar 1 Km,” katanya.
Menjawab itu, politisi yang akrab dipanggil Dico itu mengatakan akan menyampaikan kepada OPD terkait di Pemko Medan. Apalagi, program Wali Kota Medan saat ini adalah “Medan Tajir” (Medan Tanpa Banjir).
Terkait LPJU, Sekretaris F-Gerindra ini mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera diperbaiki.
Sedangkan Lurah Beringin menyarankan satu-satunya cara mengatasi banjir adalah dengan melakukan normalisasi Sungai Babura. Selain itu, warga juga meminta agar Kepala Lingkungan 5 segera didefinitifkan. “Sudah 3 bulan kami tidak memiliki Kepling, karena Kepling yang lama sudah meninggal. Saat ini dijabat seorang Plt dan tidak pernah turun melihat warga. Kami minta agar segera didefenitifkan, agar warga tahu jika berurusan,” pinta Rianus Surbakti. (S1)



.jpg)








