Puluhan Warga Gelar Aksi Unjukrasa Tolak Keberadaan Tower Telekomunikasi di Kwala Bekala
08 Juli 2021 - 14:22:08 WIB | Dibaca: 3642x
Medan (Sioge) - Puluhan warga Jalan Bunga Bangsa Kelurahan Simalingkar B dan Lingkungan XX Kelurahan Kwala Bekala menggelar aksi unjukrasa, Rabu malam (7/7/2021) menuntut pembongkaran tower telekomunikasi yang ada di dekat rumah mereka, Lingkungan XX Kwala Bekala Medan Johor.
Aksi ini dipicu rasa ketakutan dan kekhawatiran akan dampak adanya tower telekomunikasi di sekitar lingkungan warga. Kepada wartawan, sejumlah warga, Boni Pangaribuan SH, Halomoan Manalu, Lot Berutu, dan sejumlah kaum ibu serta didampingi Ketua PAC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Simajuntak dan jajarannya.
Dalam aksi itu, warga meminta agar tower yang sudah berdiri lama itu segera dibongkar karena sudah meresahkan warga. “Dulu waktu tower itu didirikan, belum ada rumah warga di sekitarnya. Namun kini, sudah dipenuhi perumahan warga sehingga menimbulkan kekawatiran akan dampaknya,” ujar Boni Pangaribuan kepada wartawan.
Selain itu, sudah banyak kerusakan alat elektronik milik warga yang rusak dikarenakan dekat dengan tower tersebut. Bukan hanya itu, peralatan listrik rumah warga juga sering rusak, seperti terbakarnya MCB listrik rumah warga, sejak adanya tower itu.
Hal itu dibenarkan warga Gang Solin, JT Tumanggor yang menyebutkan, selama berdirinya tower itu, ia sudah menjual Tv miliknya menjadi barang bekas karena rusak. Namun, tidak ada respon apapun dari pihak tower. Ditambahkannya, padahal, biasanya kalau ada alat elektronik milik warga yang rusak, pihak tower langsung memperbaiki dan mengganti ruginya.
Sementara itu, dalam orasinya warga menyebutkan mereka khawatir tower tumbang dan mengenai rumah yang padat penduduknya. Belum lagi kekhawatiran mereka akan korban jiwa kalau tower itu tumbang.
Bahaya radiasi yang ditimbulkan tower telekomunikasi itu juga dikhawatirkan warga bisa merusak pertumbuhan anak-anak mereka yang masih kecil. Begitu juga dengan banyaknya anak-anak yang bermain di sekitar tower, dikhawatirkan tersengat arus listrik.
Saat melakukan aksi unjukrasa, warga sempat bertemu dengan pihak tower. Keberatan warga disampaikan kepada pihak tower, namun jawaban yang diberikan justru sempat memancing emosi warga. Bahkan warga sempat bersoal jawab dengan pihak tower di lokasi. Namun warga tidak mau terpancing emosi dan berharap aparat pemerintahan dan keamanan segera turun tangan membongkar tower yang sudah meresahkan warga itu. (S1)



.jpg)








