Viral, Petugas PPKM Darurat Mendapat Penolakan Dari Pedagang Kecil di Medan
15 Juli 2021 - 13:50:46 WIB | Dibaca: 3298x
Medan (SIOGE) - Viral di media sosial (medsos), petugas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mendapatkan penolakan dari pedagang kecil yang ekonominya terdampak selama pandemi Covid-19.
Dalam sebuah video yang viral dan beredar luas di medsos tersebut, seorang pedagang warung kopi menolak menutup usahanya saat didatangi petugas PPKM Darurat.
Video yang berdurasi 3 menit 21 detik itu kabarnya direkam, Rabu (14/7/2021) malam, di salah satu warung kopi Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah.
Dalam video itu terlihat seorang pria memakai kemeja warna abu-abu yang mengaku sebagai pemilik warung kopi, menolak menutup warung dan menyampaikan keluh kesahnya kepada petugas PPKM darurat.
Dilihat pada video itu, tampak pula petugas kepolisian dan Satpol PP mencoba untuk memberikan sosialisasi dan mengedukasi si pemilik warung.
Terdengar juga suara si pemilik warung berujar kepada petugas. “Polisi bukan menangani ini, tau hukum juga saya karena saya orang sekolahan,” ucap pemilik warung kepada polisi yang berusaha memberikan edukasi.
Petugas Satpol PP yang mengetahui itu kemudian mendekati si pemilik warung dan coba memberikan pengertian.
“Macam mana kehidupan anak-anak dan bini saya, coba. Siapa. Pemerintah ada ngasi bantuan. Bobby, Edy Rahmayadi ada ngasi bantuan sama kami? Kasi imbauan dan kasi bantuan sama rakyat kecil,” kata pemilik warung seraya memprotes pernyataan Satpol PP yang menyebutkan jualan dibatasi dan harus tutup jam 20:00 WIB.
“Jangan menindas rakyat kecil. Itu pesan aku ya. Sampaikan sama si Bobby, sampaikan sama Edy Rahmayadi. Anak saya 5, mau sekolah bayar, mau ambil rapor bayar. Kalau saya tutup, kalau omset tak ada, macam mana untuk bayar yang lain-lainnya. Saya menolak ikut aturan pemerintah. Ini rumah saya, di sini saya menyewa 3 tahun. Kalau mau tutup ini, balekkan uang kontrak dan saya berangkat. Sampaikan sama pimpinan-pimpinan yang ada,” katanya lagi.
Di akhir video, petugas PPKM darurat meminta pengunjung untuk segera meninggalkan warung.
Hal ini kembali mendapat protes dari pemilik warung. “Yang bayar minuman kelen siapa, orang ini (petugas)?. Bayar minuman kelen, bukan orang ini (petugas) yang bayar. Bayar dulu baru pigi, kalau belum bayar jangan kelen pigi,” ujarnya.
Tidak berapa lama, petugas PPKM darurat pergi meninggalkan warung kopi tersebut. (*)



.jpg)








