Polsek Medan Timur Tangkap Pelaku Penipuan Terhadap Driver Ojol
12 Agustus 2021 - 14:43:58 WIB | Dibaca: 3039x
Medan (SIOGE) - Unit Reskrim Polsek Medan Timur berhasil menangkap Indra Ade Pratama (24), warga Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, pelaku penipuan dan penggelapan melalui aplikasi GoSend terhadap driver ojek online (Ojol) di Jalan Perwira II Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (7/8/2021).
Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin, didampingi Kanit Reskrim Iptu Jefri Simamora kepada wartawan, Rabu (11/8/2021) mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berkat adanya laporan dari para driver ojek online yang telah menangkap seorang pelaku penipuan dan penggelapan melalui aplikasi Ojol.
"Awalnya kita mendapatkan laporan, kalau para driver ojek online menangkap seorang pelaku penipuan dan penggelapan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pelaku memanfaatkan aplikasi GoSend ojek online, untuk melakukan penipuan," ujar Arifin.
Dijelaskannya, modus pelaku pura-pura mengirim barang dengan menggunakan aplikasi GoSend. Barang yang dikemas berisi air mineral, kain bekas dan sepatu bekas.
Kemudian, lanjut Kapolsek, pelaku terlebih dahulu meminta uang pembayaran barang kepada driver Ojol dan nantinya akan diganti oleh penerima barang. Tanpa ada rasa curiga, korban yang merupakan driver ojek online memberikan uang yang diminta oleh pelaku. Setelah barang dikirim ternyata penerima alamatnya fiktif alis tidak ada.
Kapolsek juga mengatakan, pelaku bersama beberapa temannya yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sudah berkali-kali melakukan penipuan.
“Korban terakhir mengalami kerugian Rp2.650.000. Saat ini, kita masih mengejar beberapa orang rekan tersangka, yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan tersebut," pungkas M Arifin.
Masih dilokasi yang sama, tersangka Indra, kepada awak media mengaku, sudah empat kali melakukan aksinya. “Saya tidak sendiri, ada teman juga yang membantu, perannya sebagai penerima barang,” ucapnya.
Setiap melakukan aksinya, pelaku meminta uang kepada para driver beragam. “Saya bilang sama driver online, kalau barang ini onderdil mobil, padahal isinya air mineral, kain dan sepatu bekas. Jadi saya minta uang driver dulu, nanti diganti sama yang menerima barang. Dihadapan driver ditelfon penerima barang itu, yang merupakan teman saya," katanya.
Setelah drivernya yakin dan memberikan uang, kata Indra, nomor handphone temannya itu dinonaktifkan. "Hasil uang kejahatan kami bagi kepada teman-teman yang lain," ungkap Indra saraya menyesali perbuatannya. (FS)



.jpg)








