Paul MA Simanjuntak : Terobosan Baru Wali Kota Akan Jadikan Medan Kota Bersih
03 September 2021 - 20:10:12 WIB | Dibaca: 2936x
Medan (Sioge) - Terobosan baru Wali Kota Bobby Afif Nasution terhadap masalah persampahan di Kota Medan patut diacungi jempol. Ke depan, Kota Medan diharapkan bisa mengubah ikon kota terjorok menjadi terbersih dengan penerapan program baru ini.
“Seluruh warga Kota Medan diharapkan ikut mendukung program wali kota ini agar predikat terjorok di periode lalu bisa diubah menjadi terbersih,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH kepada wartawan, Jumat (3/9/2021) menanggapi rencana wali kota yang hendak mengubah sistem pengolahan persampahan dari open dumping menjadi sanitary landfill.
Bendahara F-PDI Perjuangan itu menilai apa yang dilakukan wali kota merupakan sebuah terobosan, mengingat permasalahan sampah dari dulu belum dapat terselesaikan.
“Pengadaan lahan sebagai TPA Regional di Telun Kenas sebelum dipilih pastilah sudah melalui proses kajian dahulu,” ujarnya sembari menyebutkan pelimpahan kewenangan kecamatan dalam penanganan sampah juga sangat baik.
Terkait pemilihan bio teknologi yang dilaunching Bobby jadi pilihan yang baik dan sudah benar. Sebab, sampah yang ada juga dapat dipilah menjadi sesuatu yang menghasilkan dan bermanfaat.
Dari upaya dan kebijakan yang dilakukan, Paul optimis wali kota mampu membawa Kota Medan keluar dari predikat kota terjorok.
Disebutkannya, selama ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun masih menggunakan sistem open dumping sehingga menjadi salah satu pemicu mengantarkan Kota Medan meraih predikat kota terjorok.
Hal itu hendak diubah dan saat ini Bobby ingin mengubah sistem pengolahan sampah menjadi sanitary landfill. Untuk itu, wali kota telah mempersiapkan TPA Regional di Telun Kenas bersama Pemprov Sumut dan Pemkab Deli Serdang yang pengolahan sampahnya menggunakan sistem sanitary landfill.
Sedangkan di TPA Terjun, dilaunching program pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi Advanced Land Fill Minning With Material & Energy Recovery (ALFIMER). Sebab, teknologi ALFIMER menggunakan sistem Bio Teknologi untuk penanggulangan dan pengubahan sampah baru dengan biaya murah, ramah lingkungan, teknik sederhana serta mampu menghasilkan pupuk serta cairan disinfektan dari hasil pengolahan sampah yang dilakukan.
Terobosan itu dinilai Politisi PDI Perjuangan itu sangat cocok dan diharapkan bisa mengurangi masalah sampah di Kota Medan. Namun hal itu, tetap juga harus didukung oleh masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dari sampah.
Warga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, setidaknya warga sudah membantu pemerintah. (S1)












.jpg)








