Ratusan Warga Babura Keluhkan Banjir
20 Desember 2021 - 20:28:07 WIB | Dibaca: 3089x
Medan (Sioge) - Ratusan warga Kelurahan Babura Kecamatan Medan Sunggal yang menghadiri pelaksanaan Reses Masa Sidang I Tahun Ke III Tahun Anggaran 2021 yang digelar anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Johannes Haratua Hutagalung S.Sos di Jalan Sei Kapuas Lingkungan 2 Kelurahan Babura, Minggu sore (19/12/2021) hampir semua mengeluhkan banjir yang melanda lingkungannya.
Seperti dikeluhkan salah seorang tokoh masyarakat Jalan Sei Kapuas J Lumban Gaol yang mengatakan persoalan banjir di jalan tersebut belum tertangani maksimal. Bahkan, beberapa waktu lalu ada dilakukan perbaikan sungai, tapi banjir malah semakin tinggi.
"Kami sedih melihat hal ini, berapa besar anggaran terbuang untuk perbaikan itu. Karenanya kami minta kepada camat dan lurah untuk menolak proyek pembangunan yang malah merugikan warga," katanya bernada kesal di acara reses yang dihadiri sejumlah perwakilan OPD Pemko Medan, perwakilan BPJS Kesehatan, Camat Medan Sunggal Odi Batubara, Lurah Babura Ruslan Pulungan serta aparat Kepling.
Selain itu, diharapkannya adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah setempat bila banjir datang. Pasalnya, selama ini bila banjir, tidak ada bantuan diberikan kepada warga yang lagi kesusahan.
Apalagi, sambungnya lagi, kalau banjir di malam hari kondisinya tambah parah, karena tidak adanya lampu jalan di Sei Kapuas. "Kami juga sangat berharap ada dipasang lampu-lampu jalan di lingkungan kami ini," harapnya.
Selain banjir, dikeluhkan masalah sampah yang jarang diangkat. Padahal dia bersama warga lainnya rutin membayar uang sampah, tapi hanya seminggu sekali sampah diangkat.
Menyahuti keluhan warga, Johannes Hutagalung mengatakan dirinya bersama aparat pememerintah setempat sehabis reses akan langsung meninjau lokasi banjir dan kondisi sungai di Jalan Sei Kapuas. "Sabar ya bapak ibu, kita akan langsung tinjau lokasi, semoga masalah banjir ini segera teratasi," kata wakil rakyat Dapil V Kota Medan ini.
Sedangkan Camat Sunggal, Odi Batubara mengatakan pihaknya telah berupaya mengatasi banjir dan juga membantu warga saat banjir datang. "Saya telah mapping lokasi sungai dan drainase di lingkungan ini dan melaporkan kepada pak Wali Kota Medan. Wali kota juga telah bertemu pihak BWS untuk mengatasi masalah banjir ini," sebutnya.
Namun, lanjut camat, mengatasi banjir di lingkungan ini tidak mudah, karena ada bangunan-bangunan di atas parit dan pinggir sungai sehingga sulit dilakukan pengorekan sungai dan parit.
"Untuk sementara saya akan hubungkan parit-parit di lingkungan ini agar airnya mengalir," katanya seraya meminta warga mendukung program penanganan banjir yang sedang dilakukan Wali Kota Medan.
Terkait masalah sampah, camat meminta warga langsung melaporkan bila ada permasalahan, termasuk bila jarang diangkat petugas. "Saya juga akan kerahkan kepling untuk mengidentifikasi warga yang sering buang sampah sembarangan. Semoga bila persoalan sampah ini bisa diatasi, masalah banjir juga bisa terselesaikan," ucapnya.
Untuk masalah lampu jalan, Johannes Hutagalung meminta kepada warga agar memberitahukan kepadanya bila ada lampu jalan yang padam. "Fotokan dulu titik lokasinya dan berapa lampu yang padam, saya akan langsung sampaikan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang menangani lampu jalan," tandas dewan Komisi II DPRD Medan ini. (S1)



.jpg)








