Bobby Nasution Jadikan Pos Bloc Wadah Pengembangan UMKM Medan.
14 Januari 2022 - 15:03:20 WIB | Dibaca: 3080x
Medan (SIOGE) - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan peluang yang dapat memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota ini. Salah satu adalah program Kementerian BUMN mengembangkan Kantor Pos Medan menjadi Pos Bloc pada tahun ini. Pos Bloc sebagai wadah pelaku UMKM Medan mengembangkan usahanya.
Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Charles Sitorus dan Direktur Utama PT Pos Property, Handayani Catur Setyovati, pengembangan Kantor Pos Medan menjadi Pos Bloc ini dalam melestarikan bangunan bersejarah sekaligus menaikkan usaha UMKM.
“Selain wadah bagi UMKM, nantinya di Kantos Pos Medan juga bakal jadi wadah nongkrong warga Medan serta terdapat toko kreatif, co working, studio digital hingga live house,” sebut Bobby Nasution, Kamis (6/1) lalu.
Saat itu Direktur Jasa Keuangan Pos Indonesia Charles Sitorus bersama Dirut PT Pos Property Handriani Cjatur Setijowati mengatakan, pengembangan Kantor Pos Medan untuk membantu UMKM di Kota Medan, terutama pengembangan pemasarannya.
"Pos Bloc ini nanti dapat membantu semua pelaku UMKM di Kota Medan dalam mengembangkan pasarnya. Berdasarkan pengalaman Pos Bloc di Jakarta, sambutan masyarakat cukup baik. Sehari bisa datang 5.000 orang sehingga dapat melakukan transaksi.," jelas Charles.
Benny menerangkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan UMKM yang ada di Medan. Pada tahun lalu, jumlah UMKM yang dibina sebanyak 27.76 yang tersebar di 21 kecamatan, yang dikembangkan pelaku UMKM.
Dia mengatakan, pihaknya juga menerapkan digitalisasi data pelaku UMKM. “Kurasi dan validasi data pelaku UMKM kita tetapkan berdasarkan NIK. Agar data yang diperoleh benar-benar valid dan sesuai fakta di lapangan,” ucapnya.
Ada beberapa kecamatan yang diprediksikan dapat melahirkan produk unggulan. Di antaranya Kecamatan Medan Sunggal dengan produk kerajinan rotan, Medan Tuntungan dengan produk tape dan makanan ringan, Medan Belawan dan Labuhan dengan olahan ikan, Medan Tembung dengan produk batik, dan Medan Denai serta Medan Area dengan produk konveksi, bordir, batik, juga sepatu kulit.
“Hasil pendataan ini juga nantinya menjadi pertimbangan kita dalam menempatkan produk-produk unggulan di Pos Bloc nantinya. Pos Bloc ini dapat memberdayakan pelaku UMKM dengan produk-produk unggulannya,” ungkap Benny.(Dinas Kominfo/Bahren)



.jpg)








