Tanggapan Pengamat Soal Gaya Khas Bobby Nasution Saat Sidak
18 Maret 2022 - 22:20:01 WIB | Dibaca: 3630x
Medan (SIOGE) - Tanggapan pengamat Soal gaya khas Wali Kota Medan Bobby Nasution selalu turun langsung ke lapangan melihat, mendengar dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dengan begitu ia dapat cepat mengambil langkah dan tindakan yang tepat.
Seperti pada hari Rabu (16/2). Saat meninjau pelaksanaan vaksinasi anak 6-11 tahun di SD Negeri 060898 di Jalan Brigjen Katamso Gg Balai Desa, Kecamatan Medan Maimun, orang nomor satu di Pemko Medan itu menemukan adanya pungutan liar (pungli) terhadap Program Indonesia Pintar (PIP) sejumlah orang tua mengaku dimintai pihak sekolah sebesar Rp.20.000 hingga Rp.50.000 berdalih uang transport.
Praktik pungli diketahui Bobby Nasution saat sejumlah orang tua siswa mendatangi dan mengadukan soal permintaan uang transport kepadanya namun para orang tua tersebut mengeluhkan permintaan kepala sekolah sebesar Rp.20.000 hingga Rp.50.000 berdalih uang transport.
Mendengar pengaduan tersebut, Bobby Nasution langsung meminta kepala sekolah untuk mengembalikan uang yang telah dipungutnya. “Paling lambat uang itu besok sudah harus dikembalikan,” tegas Bobby Nasution seraya menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Universitas Pembangunan Panca Budi Dr Rahima Br Purba SE MSi Ak CA. Dikatakan Rahima, apa yang dilakukan Bobby Nasution memang sesuatu yang seharusnya dilakukan. Seorang pimpinan birokrasi, sambung Rahima, selain melaksanakan kerja untuk kepentingan masyarakatnya secara luas, juga melakukan pembenahan di jajarannya.
“Artinya, celah yang terjadi di jajaran merupakan cerminan dari kesalahan pimpinan dan dalam hal ini sejumlah kasus yang dilakukan ASN di lingkungan Pemko Medan jelas menjadi tanggungjawab Wali Kota. Namun, tradisi sidak yang dilakukan adalah hal yang baik,” ujar Rahima.
Rahima menilai, Hanya saja, perlu dilakukan secara elegan dan humanis. Dengan demikian, muncul sosok pimpinan yang tak hanya dicintai rakyatnya, tapi juga disegani jajarannya.
“Ingat disegani, bukan ditakuti karena takut dicopot, takut dimutasi. Karena manusia memang tempatnya salah dan tak ada kesalahan yang tak bisa diperbaiki selama ada niat dan ada koridor yang jelas dari seorang pimpinan,” tambahnya.
Karena hal ini yang dikhawatirkan malah bisa mencoreng citra kepemimpinan Bobby Nasution. “Walau perlahan, karena mengingat budaya kolusi dan nepotisme di Medan ini sudah berlangsung lama, kami yakin Pak Wali bisa melakukannya,” ujarnya optimis.(Dinas Kominfo/Bahren)



.jpg)








