Dinas P2K Medan Siap Lakukan Penyelamatan dan Evakuasi
22 Mei 2022 - 19:00:49 WIB | Dibaca: 3025x
Medan (SIOGE) - Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan saat ini disamping bertugas mencegah dan memadamkan api juga memiliki tugas penyelamatan dan evakuasi, dengan arahan Wali Kota Medan Bobby Nasution bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah harus dapat meningkatkan pelayanan publik sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan.
Bobby Nasution meminta agar jajarannya dapat berupaya semaksimal mungkin bagaimana mengurangi atau meminimalisir kerugian yang terjadi di tengah masyarakat baik itu karena kebakaran maupun peristiwa yang membahayakan.
Kepala Dinas P2K Albon Sidauruk ketika ditemui di kantornya, Kamis (19/5) mengungkapkan bahwa selain mencegah dan memadamkan kebakaran pihaknya juga telah banyak melakukan penyelamatan dan evakuasi yang diminta langsung oleh masyarakat penyelamatan terdiri dari dua jenis yakni penyelamatan dalam kebakaran dan penyelamatan non kebakaran.
"Penyelamatan non kebakaran dapat diartikan ancaman terhadap jiwa manusia seperti bangunan runtuh maupun penyelamatan nyawa manusia dari ancaman hewan liar dan buas serta berbisa. Selain itu ada juga penyelamatan terhadap binatang peliharaannya seperti kucing maupun anjing yang keadaannya terancam bahaya, dimana masyarakat tidak mampu menolong binatang tersebut masyarakat akan meminta tolong ke kita," Kata Albon.
Guna memaksimalkan upaya penyelamatan dan evakuasi, Albon Sidauruk menjelaskan bahwa di tahun ini pihaknya sudah menyiapkan pengadaan satu unit mobil Rescue yang telah dilengkapi peralatan penyelamatan. Di dalam mobil tersebut m ada peralatan untuk menangkap ular berbisa, menangkap biawak dan musang serta evakuasi sarang tawon.
Albon menambahkan dalam penyelamatan dan evakuasi dinas P2K juga telah memiliki personil yang memilik keahlian di bidangnya masing-masing baik itu menangkap hewan liar maupun ahli penyelamatan dalam melepaskan cincin yang ada di jari. Peristiwa pelepasan cincin ini sering terjadi belakangan ini dikarenakan banyak masyarakat yang menggunakan cincin dengan waktu yang cukup lama dan tidak dilepas. Seiring waktu berjalan cincin tersebut tidak dapat dilepas, sehingga mereka menginformasikan kepada kami untuk melakukan bantuan penyelamatan.
"Hampir setiap bulannya ada masyarakat yang menghubungi kami dan meminta tolong kepada kami untuk melepaskan cincin dijarinya yang sulit terlepas. Untuk personil penyelamatan, seluruhnya belajar dan ahli secara otodidak, dimana keberanian diri dalam memadamkan api berguna juga untuk penyelamatan," Jelas Kadis P2K.
Albon juga menjelaskan bahwa saat ini semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa tugas P2K tidak hanya mencegah dan memadamkan api, namun penyelamatan. Oleh karenanya pihak kami terus melakukan pembelajaran terkait dengan penyelamatan, sebagai pelayan masyarakat dibidangnya kami harus dapat semaksimal mungkin untuk membantunya.
"Apapun keluhan masyarakat terkait dengan perlindungan jiwa manusia maupun penyelamatan lainnya kita harus terjun. Kita telah menjalin kolaborasi dengan lintas sektoral baik itu Basarnas dan BPBD maupun instansi terkait lainnya sehingga jika ada laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan lintas sektoral tersebut maka akan dapat segera ditangani," Ujar Albon.
Albon mengungkapkan, di tahun 2022 ini, Dinas P2K setiap bulannya pasti ada melakukan penyelamatan. Seperti di bulan Januari terdapat 9 jenis penyelamatan yang dilakukan. Sementara itu dibulan Februari dan Maret terdapat tujuh penyelamatan. Paling banyak dilakukan penyelamatan di bulan April dimana 17 penyelamatan dilakukan melepaskan cincin paling dominan.
"Setiap harinya masuk laporan masyarakat ke kita untuk melakukan penyelamatan. Di bulan Mei ini saja per hari ini sudah 11 laporan yang masuk dan langsung dilakukan penyelamatan, dimana evakuasi hewan buas dan liar yang dominan dalam penyelamatan tersebut," Jelas Albon.



.jpg)








