Wakil Ketua DPRD Medan Terima Berkas Dugaan Guru Bodong Lolos P3K
04 Juli 2022 - 20:44:42 WIB | Dibaca: 2822x
Medan (Sioge) - Dugaan adanya permainan dalam penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) jabatan guru di Kota Medan semakin jelas setelah adanya sejumlah barang bukti yang diserahkan guru honor yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) kepada Wakil Ketua DPRD Medan H Rajudin Sagala SPdI di ruang kerjanya, Senin (4/7/2022).
Kepada wartawan, Rajudin menyatakan sangat menyayangkan niat baik Wali Kota Medan mengangkat harkat dan martabat guru honor dicoreng oleh oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan.
Disampaikannya, Pemko harus menindak tegas adanya kecurangan yang dilakukan sejumlah oknum yang terlibat, dugaan guru bodong lolos P3K kini telah menjadi kegaduhan baru. "Yang terjadi sekarang, guru honor yang sudah mengabdi belasan tahun sangat tidak terima dengan kecurangan ini. Guru yang sama sekali tidak pernah mengajar tiba-tiba bisa lolos seleksi P3K dan lulus. Padahal dengan program P3K ini seharusnya bisa menyelesaikan persoalan guru honor di Kota Medan," ujarnya.
Dari berkas yang diterimanya, Politisi PKS ini melihat adanya upaya sistematis yang dilakukan sejumlah oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan. "Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Kita juga mengharapkan Wali Kota Medan bisa menindaklanjuti persoalan ini," harapnya.
Sementara itu, FGTT yang diwakili juru bicaranya Nita Novianti menyampaikan bahwa dugaan guru bodong lolos P3K di Kota Medan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dimana banyaknya guru honor yang keberatan dengan adanya dugaan permainan sejumlah oknum yang meloloskan guru yang tidak pernah mengajar bisa lolos seleksi penerimaan P3K.
Sementara itu, Sofyan Harahap salah seorang guru honor mengaku adanya guru di Kecamatan Medan Timur berinisial AOH lulus P3K, padahal tidak pernah mengajar di sekolah tersebut.
"AOH ini terdaftar sebagai guru honor pada Juli 2020, dan sudah didaftarkan di Dapodik UPT, namun guru tersebut tidak pernah mengajar dan sampai sekarang tidak pernah menerima honor," terangnya.
Tidak hanya guru bodong, FGTT juga melaporkan adanya dugaan permainan penerimaan insentif guru honor yang dilakukan sejumlah oknum kepala sekolah dimana adanya guru yang mengajar di sekolah swasta tetapi didaftarkan sebagai penerima dana insentif di SD Negeri di Medan. (S1)



.jpg)








