Di Sosper Erwin Siahaan, Warga Keluhkan Banyaknya Markah Kejut di Kwala Bekala
08 Agustus 2022 - 00:10:18 WIB | Dibaca: 2578x
Medan (Sioge) – Banyaknya markah kejut yang lebih dikenal “polisi tidur” di sepanjang jalan menuju Jalan Luku Kelurahan Kwala Bekala menjadi keluhan warga Simalingkar B. Untuk jalan sepanjang 15 Km, diperkirakan warga tidak kurang dari 52 markah kejut yang dibangun untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas.
“Markah jalan yang dibangun di sana, apakah memiliki izin? Kami, pengendara sepeda motor dan kendaraan lainnya merasa terganggu dengan adanya markah kejut itu. Banyak kendaraan yang rusak akibat markah jalan itu,” ujar salah seorang warga, D Gurusinga saat mengikuti Sosialisasi Perda No Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum yang diselenggarakan Anggota DPRD Medan Erwin Siahaan, Minggu sore (7/8/2022) di Jalan Bunga Rampai I Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan yang dihadiri Lurah Andika Yehezkiel Sembiring, perwakilan Polrestabes Medan Kompol Baginda S, perwakilan Satpol PP dan ratusan warga.
Selain itu, macetnya jalanan setiap pagi dirasakan warga saat mengantar anak sekolah di depan Yayasan Perguruan Al Azhar. Hendaknya pemerintah memperhatikan dan mengatur lalulintas di sana agar bisa lancar. “Kalau boleh, pemerintah mengatur lalulintas dan menyarankan kepada pihak sekolah agar bisa mengaturkan kendaraan orang tua yang mengantarkan anaknya,” ujarnya lagi.
Disarankannya agar gerbang perumahan Royal Sumatera Kembali dibuka saat pagi dan siang agar kendaraan bisa melintas dari sana dan tidak menumpuk di Jalan Simalingkar B ke Jalan Luku Kwala Bekala. Terkait kendaraan memakai knalpot blong juga dikeluhkan warga di Simalingkar B karena suaranya mengganggu.
Warga lainnya, Edy Tarigan mengeluhkan banyaknya lokasi judi di Simalingkar B. Bahkan hampir setiap hari mobil patrol Polisi berhenti di warung-warung yang mengizinkan adanya judi beroperasi di sana.
Rehulina Siboro yang merupakan warga pemilik katering di Kwala Bekala mengeluhkan banyaknya tindak kejahatan di malam hari. “Saya sering keluar jelang pagi untuk berbelanja, sering diikuti orang tidak dikenal. Saya takut dan berharap Polisi lebih sering melakukan patrol agar warga merasa aman,” ujarnya.
Menanggapi itu, Kompol Baginda S yang menjabat Kasi Hukum Polrestabes Medan mengatakan, untuk Polsek Tuntungan banyak terdapat kasus judi. Namun belum ada laporan mengenai itu dari Simalingkar B. “Terima kasih infonya, nanti akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Untuk sepeda motor yang memakai kanlpot blong, di Simalingkar B belum terpantau. “Mungkin karena Simalingkar B masih dianggap kampung-kampung sehingga belum terpantau. Kalau di kota, mereka pasti tidak berani karena langsung ditangkap dan pulangnya naik Angkot karena sepeda motornya ditahan,” sebutnya.
Untuk markah kejut, sebutnya, ada aturannya. Kalau dirasa mengganggu bisa dikoordinasikan dengan pihak-pihak yang memasangnya. Sementara kalau kemacetan di Jalan Pintu Air IV Kwala Bekala, pihaknya belum memantau karena keterbatasan personil. Untuk mengantisipasi begal, pihaknya akan mengusulkan adanya patroli di Simalingkar B.
Sementara itu, Lurah SImalingkar B Andika Yehezkiel Sembiring menginformasikan dana kelurahan sebanyak Rp.600 juta dan sudah dimaksimalkan ke pembangunan jalan di gang terparah. Kalau ada tambahan, pihaknya masih membutuhkan dana tersebut untuk pembangunan karena tidak kurang 20 titik lokasi yang membutuhkan perbaikan.
Kalau ada warga yang memiliki keluhan, disarankannya segera melapor kepadanya atau ke HP miliknya yang bernomor 0852-6429-4791. Untuk kemacetan jalan, disarankannya agar pihak sekolah dipanggil untuk RDP ke DPRD agar dicarikan solusinya. Rencananya jalan Luku sampai ke Kebun Binatang Medan akan dilebarkan pada tahun ini dan prosesnya sedang berlangsung.
Menanggapi itu semua, Erwin Siahaan mengatakan pihak nya akan mengkoordinasikan semua keluhan warga agar mendapatkan solusi yang terbaik. Sebaiknya semua warga taat dalam menjalani pekerjaannya sehingga ketertiban umum dapat terjaga.
Terkait pohon di sepanjang jalan, pihaknya sudah menghubungi Kepala DKP Dongoran untuk dipangkas agar warga tidak lagi khawatir. “Aneh juga DKP ini, tahun lalu ada anggaran Silpa sebanyak Rp. 28 miliar, namun tetap saja beralasan kurang truk pemangkas pohon,” ujar politisi PSI ini.
Untuk kemacetan di sekitar Yayasan Perguruan Al Azhar Medan, pihaknya akan menyurati pemilik Yayasan agar bisa dicari solusinya. (S1)



.jpg)








