Erwin Siahaan : Pemko Medan Perlu Segera Menangani Kasus Gagal Ginjal Pada Anak
20 Oktober 2022 - 00:54:43 WIB | Dibaca: 2999x
Medan (Sioge) – Sehubungan dengan maraknya kasus gagal ginjal pada anak yang mengakibatkan sejumlah anak meninggal dunia, Anggota DPRD Medan Erwin Siahaan meminta tindakan cepat dari Dinas Kesehatan dan BPOM untuk mencari tahu penyebab pastinya dan segera melakukan tindakan konkrit dalam menangani masalah ini.
“Jangan sampai bertambah lagi korban gagal ginjal akut di Kota Medan. Segera lakukan tindakan cepat dan konkrit agar penyakit yang kini menghantui warga Medan itu segera dikendalikan,” ujarnya kepada wartawan via selularnya, Rabu malam (19/10).
Ditegaskannya, memang belum ada kepastian penyebab gagal ginjal pada anak usia hingga 5 tahun ini. Namun ada kabar yang menyatakan anak-anak itu mengalami gagal ginjal setelah mengkonsumsi obat dalam bentuk sirup untuk mengobati flu anak.
“Saya sebagai wakil rakyat minta Dinkes dan BPOM untuk mengontrol obat-obatan yang ada di pasaran. Jangan sampai ada korban lainnya akibat kecerobohan atau ketidakpedulian aparatur di bidang itu,” sebut Politisi PSI itu.
Tambahannya, sebutnya, Pemko diminta memberikan perintah kepada jajarannya untuk segera mengetahui penyebab kasus ini. Memang, diakuinya, belakangan cuaca di Kota Medan tidak menentu. Sering hujan dan warga rentan terkena flu khususnya anak-anak. Biasanya, pilihan orang tua setelah tahu anaknya kena flu, adalah memberikan sirup.
Untuk itu, kepada masyarakat diimbaunya, agar tetap menjaga kesehatannya di musim hujan ini. Banyaklah mengonsumsi minuman hangat dan istirahat yang cukup.
Untuk kasus ini, disebutkannya, menurut Kemenkes RI, keluhan penyakit gagal ginjal akut yang dimaksud adalah anak mengalami diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk, dan jumlah air kecil (urin) semakin sedikit atau bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.
Selain itu, gejala lain yang juga perlu diwaspadai ialah perubahan warna pada urin. Bila urin berwarna pekat atau kecoklatan, volume urin berkurang, hingga tidak ada urin selama 6-8 jam pada siang hari, orang tua diminta untuk segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (S1)












