Dua Periode Kadis Belum Ada Peremajaan Pohon, Warga Simalingkar B Minta Ganti Untung Kalau Ada Kecel
13 Desember 2022 - 00:12:56 WIB | Dibaca: 2750x
Medan (Sioge) – Sudah 2 periode Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) berganti, mulai dari Husni sampai Dongoran berjanji meremajakan dan memangkas pohon yang saat ini mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan yang melintas di sepanjang jalan Simalingkar B. Namun sampai detik ini belum ada realisasinya.
“Tidak masalah kalau belum dipangkas dan diremajakan pohon yang sudah tua itu. Tapi bapak dari DKP harus berjanji kalau ada warga atau kendaraannya rusak akibat terkena potongan pohon atau rantingnya, diberi ganti untung,” sebut D Gurusinga kepada petugas dari DKP saat mengikuti Reses III Tahun Ketiga TA 2022 yang digelar Anggota DPRD Medan, Drs Daniel Pinem Minggu (11/12) di Jambur Haleluya Kelurahan Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan, yang dihadiri perwakilan sejumlah OPD, aparatur pemerintahan setempat dan ratusan warga.
“Warga sudah bosan dengan janji-janji yang disampaikan dinas di Pemko Medan untuk masalah peremajaan pohon di sepanjang jalan Simalingkar B,” sebutnya seraya mengatakan sudah banyak korban yang terkena musibah akibat tidak ada perawatan pohon dari dinas tersebut.
Selain itu, hampir seluruh lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Bunga Rampai Raya Kelurahan Simalingkar B, padam dan tidak berfungsi. Bahkan di sejumlah titik wilayah kelurahan tersebut tidak ada tiang lampu jalan. Bahkan tiang LPJU di depan rumahnya kondisinya bengkok padam dan kalaupun nanti nyala, tidak lagi menerangi jalan tapi tiang listrik.
"Sudah berapa kali masalah ini saya laporkan bahkan ke Kadisnya langsung, tapi hingga kini belum ada perbaikan. Mohon segera dibenahi pohon dan lampu jalan ini," pintanya.
Selain itu, sejumlah persoalan lainnya juga mencuat di reses ini. Seperti masalah drainase yang dikeluhkan Usaha Ginting dan Edy Tarigan warga Jalan Bunga Rampai III. Disebutkannya, kondisi jalan di perbatasan Simalingkar B yang belum ada sebulan diaspal sudah pecah. Salah satu sebabnya karena truk bertonase besar lewat situ. "Mohon agar ada pemberitahuan ke warga berapa maksimal tonase truk bisa lewat, agar kami bantu mengawasi sehingga jalan kami bisa bertahan," katanya.
Agustinus Ginting juga resahkan pohon-pohon di lingkungan tersebut yang banyak rawan tumbang karena sudah tua. "Mohon segera ditanggapi ini pak, karena pohon-pohon ini sangat rawan tumbang, jangan sampai warga jadi korban," ujarnya.
Untuk drainase di Jalan Bunga Rampai III, perwakilan Dinas PU Medan, Gunawan Siahaan berjanji akan melihat langsung ke lokasi pada Selasa nanti. Sedangkan terkait truk bertonase, pihak Dinas PU mengakui jalan-jalan di Simalingkar B memenuhi kapasitas untuk truk bertonase berat hingga 8 ton.
"Namun untuk di wilayah itu sudah masuk rencana kerja perbaikan dengan mengorek dan memperkuat pondasinya karena tanahnya tidak stabil, setelah itu diaspal kembali. Semoga nanti jalan dapat menahan truk tonase berat," ucapnya.
Perwakilan DKP Medan yang hadir, M Shabirin mengatakan pihaknya akan segera mengatasi masalah lampu jalan di Kelurahan Simalingkar B. Namun, warga diminta bersabar, karena pengadaan lampu jalan saat ini terbatas setelah anggaran DKP Medan dipotong untuk penanganan Covid 19.
"Namun begitu, nanti akan saya tinjau langsung ke lokasi lampu jalan yang padam untuk dilaporkan ke pimpinan agar nantinya setelah ada persedian lampu kami langsung lakukan perbaikan," janjinya. Sementara untuk pohon, dipastikannya pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah ini kepada pimpinannya untuk dilakukan pemangkasan. Terkait ganti untung yang diminta warga, Shabirin mengatakan belum ada peraturan yang mengatur itu.
Menyahuti keluhan warga, anggota DPRD Medan Daniel Pinem menyebut persoalan LPJU di Kota Medan belum semua teratasi. Namun, pembenahan infrastruktur, termasuk LPJU terus dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Khusus kepada DKP Medan yang menangani persoalan LPJU, Daniel Pinem berharap dapat segera melakukan perbaikan LPJU di Kota Medan. Sehingga, tidak ada lagi wilayah yang gelap di malam hari. “Saya berharap di penghujung tahun 2022 ini, seluruh wilayah di Kota Medan terang benderang," harap politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dimintanya agar masalah pohon dapat diatasi maksimal di awal tahun 2023. "Jangan berlama-lama lagi, hal ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan warga sekitar," tegasnya.
Dikatakan anggota dewan yang duduk di Komisi IV DPRD Medan ini, sudah banyak yang dilakukan Pemko Medan. Apalagi wali kota komit dengan janjinya untuk membangun Kota Medan. Hal ini terlihat dari besarnya anggaran Dinas PU Medan untuk pembangunan infrastruktur, dan itu sesuai keinginan Wali Kota Medan.
"Sekarang sudah mulai terlihat hasilnya, jalan sudah mulai bagus dan kondisi drainase sudah ada peningkatan. Tapi memang butuh proses untuk membenahi semuanya," katanya. Di akhir acara, wakil rakyat Dapil V ini memastikan dirinya akan memperjuangakan aspirasi dan keluhan warga dan menindaklanjutinya ke OPD Pemko Medan terkait.
Sementara itu di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, persoalan drainase di Jalan Sakura I hingga saat ini masih dikeluhkan oleh warga. Sejak tahun 2017 persoalan tersebut belum dapat diselesaikan secara tuntas oleh Pemko Medan.
Apa yang disampaikan tersebut juga dibenarkan oleh anggota DPRD Medan, Daniel Pinem bahwa persoalan itu sudah lama disuarakan. "Sudah dari tahun 2017 saya bersuara untuk persoalan di Jalan Sakura. Artinya, sudah tiga kali Wali Kota Medan, tapi tak kunjung tuntas.Jika hujan turun, maka itu seperti sungai ," kata politisi PDI Perjuangan itu.
Ia mengatakan bahwa solusi utama yang diperlukan melalui akses perumahan milik swasta. Lain halnya dengan Kalem Tarigan warga Gang Tebu yang mengeluhkan akan persoalan lampu jalan yang tak kunjug selesai. "Hampir satu kalender kawasan tempat tinggal kami gelap gulita, tolonglah diperhatikan, " ucapnya seraya mengeluhkan kemacetan kawasan Pasar Melati.
Menyingkapi akan persoalan kemacetan di Pajak Melati, Juan Lingga Kasi Trantib Medan Tuntungan bahwa semuanya diperlukan kesadaran para pedagang akan dapat berjualan dengan rapi, termasuk soal parkir.
Terkait dengan seluruh keluhan warga, Daniel Pinem mengatakan akan melakukan tabulasi melalui pihak kelurahan. "Silahkan lurah laporan setiap warga ini dibuat tabulasinya. Dan seluruhnya ditembuskan kepada saya agar kita tindak lanjuti," kata anggota DPRD Medan yang duduk di Komisi IV ini. (S1)












