Bobby Nasution Wujudkan Medan Tajir
03 Agustus 2023 - 19:29:20 WIB | Dibaca: 2606x
Medan (SIOGE) - Mewujudkan Medan Tanpa Banjir (Medan Tajir), Wali Kota Medan Bobby Nasution menjadikan penanganan banjir salah satu program prioritas yang fokus ditangani.
Teranyar, orang nomor satu di Pemko Medan ini baru saja meresmikan pembangunan kolam retensi di Universitas Sumatera Utara (USU), kolam retensi ini mampu mengatasi persoalan banjir di kawasan Kecamatan Medan Baru, terutama seputaran Jalan Jamin Ginting dan Dr. Mansyur.
Sebelumnya, Bobby Nasution juga telah membangun kolam retensi di kawasan Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan yang saat ini telah memasuki tahap kedua pembangunan di tahun sebelumnya sudah menyelesaikan pembangunan tahap pertama mengatasi banjir tetapi juga berfungsi sebagai tempat wisata air.
Bobby Nasution juga akan membangun kolam retensi di Kecamatan Medan Selayan, 8 rekomendasi pembangunan kolam retensi, yang dibangun di tahun 2023 ini hanya 3 titik yakni Kecamatan Medan Baru (USU), Medan Selayang, dan Medan Labuhan. Sedangkan 5 lagi perencanaannya diharapkan dapat dilakukan tahun depan.
Dalam mengatasi banjir rob di Kecamatan Medan Belawan, Bobby Nasution telah membangun rumah pompa air di Jalan Deli, Kelurahan Belawan I. Rumah pompa air ini berfungsi untuk menampung air dari drainase warga yang ada di kawasan saat air pasang terjadi. Karena air pasang tidak bisa dialirkan ke laut karena sudah ada benteng penahan tanggul rob.
“Alhamdulillah, berkat berdirinya rumah pompa air kawasan ini tidak pernah lagi mengalami kebanjiran,” kata Bobby Nasution meninjau rumah pompa air baru-baru ini.
Bobby Nasution menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan (SDABMBK) secara masif menormalisasi drainase di 21 kecamatan Kota Medan. Memperbaiki drainase yang telah mengalami penurunan fungsi sehingga dapat berfungsi dengan baik kembali.
Langkah penanganan banjir yang dilakukan Bobby Nasution mendapat apresiasi dan dukungan dari akademisi Ilmu Komunikasi FISIP USU Haris Wijaya S.Sos MComm yang juga pengamat kebijakan publik. Terutama, pembangunan kolam retensi yang dilakukan dalam mengatasi banjir.
“Seperti yang dilakukan di Kota Palembang. Banyak kolam retensi dibangun guna mengatasi banjir. Keberadaan kolam retensi tersebut ternyata efektif dalam mengatasi banjir, fungsi kolam retensi sebagai pengganti lahan resapan yang banyak berubah fungsi menjadi pemukiman dan perkantoran,” kata Haris Wijaya ketika dihubungi, Rabu (2/8/2023).
Tidak itu saja, kata Haris, kebijakan yang dilakukan Bobby Nasution juga harus diikuti dengan penanganan banjir secara terpadu. “Bahkan kalau perlu, melibatkan wilayah lain di sekitar Kota Medan sehingga penanganan banjir yang dilakukan melalui kolaborasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir,” ungkapnya.
Posisi Kota Medan juga dilewati banyak sungai yang hulunya ada di Kabupaten lain. Jadi, harus ada kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten sekitar Medan.
“Jangan sampai kita di Kota Medan telah melakukan upaya maksimal, tapi daerah lain di sekitar Medan terus membangun tanpa memperhatikan Daerah Aliran Sungai (DAS) tanpa mempertimbangkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” pungkasnya. (Pemko Medan/Bahren)












