Rutan Kelas I Medan Rutin Adakan Ceramah Agama Untuk WB
19 Oktober 2024 - 18:34:25 WIB | Dibaca: 2472x
Medan (Sioge) - Rutan Kelas I Medan mengadakan ceramah agama secara rutin untuk Warga Binaan (WB)Dalam rangka meningkatkan pembinaan rohani bagi Warga Binaan, Rutan Kelas I Medan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara ceramah agama yang berlangsung secara rutin digelar hari Rabu (16/10/2024), bertempat di Masjid Al-Taubah Rutan Kelas I bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual serta membentuk karakter positif bagi para warga binaan, sehingga mereka dapat menjalani proses pemasyarakatan dengan lebih baik.
Ceramah agama yang menghadirkan petugas dari Yayasan Pendidikan Intensif Agama Islam (YPAI) Ustadz Sariaman Saragih S.Pd.I Sebanyak 200 warga binaan muslim antusias mengikuti kegiatan tersebut, mendengarkan dengan khidmat setiap pesan moral yang disampaikan.
Dalam ceramah, Ustadz menekankan pentingnya menjaga keimanan dan memperbanyak ibadah selama berada di rutan sebagai bekal kehidupan setelah bebas nanti.
Tidak hanya ceramah agama yang didapatkan para warga binaan juga melanjutkan dengan belajar membaca iqra’ dan Al-Quran yang rutin dilakukan setiap hari setiap pagi dan sore.
Karutan Kelas I Medan, Alanta Imanuel Ketaren menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program yang ada di Rutan Medan untuk mendukung rehabilitasi mental dan moral warga binaan.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, para warga binaan dapat merenungkan kesalahan yang telah diperbuat serta tumbuh menjadi individu yang lebih baik, pinta Alanta Imanuel.
“Kami berharap kegiatan yang rutin dilakukan seperti ini bisa membantu warga binaan untuk lebih dekat dengan agama juga pembenahan karakter mereka sehingga mereka memiliki motivasi kuat untuk berubah dan tidak kembali melakukan kesalahan di masa depan," ujar Kepala Rutan.
Dengan adanya program pembinaan kerohanian ini, Rutan Medan berupaya untuk memberikan pendekatan psikologis dan spiritual yang diharapkan dapat membawa dampak positif kehidupan warga binaan yang akan datang, harapnya. (Kemenkumham/BR)












