Sprinter Tercepat Asia Pecahkan Rekor Asian Games, Zohri Tercecer di Posisi ke-7
27 Agustus 2018 - 01:57:29 WIB | Dibaca: 3418x
Medan (SIOGE) - Rekor Asian Games pecah di lintasan atletik Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (26/8/2018) malam.
Su Bingtian menjadi pelari tercepat pada final nomor lari 100 meter putra saat finis dengan catatan waktu 9,92 detik.
Pelari asal China itu memecahkan rekor Asian Games yang diciptakan Femi Ogunode (Qatar) di Incheon 2014 dengan hanya berselisih 0,01 detik.
Adik Femi Ogunode, Tosin Ogunode, finis kedua dengan catatan waktu 10,00 detik, sama dengan pelari Jepang, Ryota Yamagata.
Pelari muda potensial Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, finis di posisi ketujuh. Atlet berusia 18 tahun itu memiliki catatan waktu 10,20 detik.
Catatan waktu itu lebih lambat 0,02 detik dari pencapaiannya pada Kejuaraan Dunia Junior di Finlandia, Juli lalu. Namun, 10,20 detik itu adalah catatan terbaik Zohri pada Asian Games 2018.
Zohri mencatatkan waktu 10, 20 detik, di bawah catatannya kala menjuarai kejuaraan dunia U-20 di Finlandia, Juli lalu. Kala itu catatannya 10,18 detik.
Namun demikian, Zohri pulang tanpa penyesalan. Sebab selain memang tak dibebani target di nomor ini, Zohri bisa menimba pengalaman usai bersaing dengan para pelari kelas dunia.
"Saya tidak kecewa karena saya tidak ditargetkan medali dan seniornya kuat-kuat, apalagi ada yang juara dunia, pemegang rekor. Ya ini jadi pengalaman," kata Zohri di mix zone.
"Ya, semoga ini menjadikan pelajaran yang berarti buat saya. Semoga ke depannya saya bisa tetap semangat latihan dan memperbaiki yang kurang-kurang," ujar pria asal Lombok ini.
Usai lari 100 meter, Zohri kini bersiap untuk berlomba di nomor estafet putra 4 x 100 meter bersama M.Fadlin, Yaspi Boby, dan Eko Rumbawan. Di nomor inilah dirinya sejak awal difokuskan.
"Estafet masih tanggal 29 Agustus. Recovery pasti bisa lah. Yang penting dipersiapkan saat pertukaran tongkatnya saja," katanya. (t/s1)






















