Lewat “Gapura Cinta Negeri” Masyarakat Nagori Huta Urung Ingin Bertemu Presiden RI
14 Agustus 2019 - 17:59:41 WIB | Dibaca: 3064x
Simalungun (SIOGE) - Dalam melestarikan tradisi perayaan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, masyarakat Desa Panombean Huta Urung Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun Sumut ikut menyemarakkan HUT ke-74 RI dalam Festival Gapura Cinta Negeri.
Kepada sioge.com melalui WA, Rabu (14/8/2019) Tim Penggerak Kelompok Perwakilan Masyarakat Nagori Panombean Huta Urung, Kristianus Naibaho mengatakan pihaknya melaksanakan kegiatan ini dengan penuh rasa persaudaraan dan kebersamaan. Selain itu, tim menggerakkan warga dengan semangat gotong royong mendirikan “Gapura Cinta Negeri” ini. “Semua ini murni berdasarkan antusiasme masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda,” ujarnya.
Pendirian “Gapura Cinta Negeri” ini berdasarkan karya seni dan penuh kreatvitas serta orisionalitas dan estetika dengan ide memadukan nilai-nilai kemerdekaan serta kebangsaan digandeng dengan culture budaya serta adat istiadat dan aspek-aspek tradisi yang melekat di daerah ini.
Beberapa ide yang dipadukan, di antaranya, pada gapura tersebut dipajang karya seni rumah adat Batak Toba dan rumah adat Simalungun yang merupakan tradisi yang khas di daerah ini. Selain itu dipasang ornamen Simalungun pada tiang penyangga gapura yang merupakan ciri khas corak ukiran dalam Rumah Bolon.
Selain itu, dipasang daun pucuk aren yang merupakan hiasan-hiasan dalam setiap perayaan hari kebesaran. Kemudian memajang foto Sigalegale yang merupakan seni tortor dalam acara pemakaman atau pertunjukan seni tortor di Tanah Batak. Tidak lupa foto Raja Sisingamangaraja ke-XII yang merupakan pahlawan dari Tanah Batak.
Sementara itu, melengkapi unsur kebangsaan Indonesia, dipasang bendera Merah Putih serta patung Garuda Pancasila yang merupakan lambang Negara /Idiologi Bangsa Indonesia. Tidak lupa, foto Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Drs H Muhammad Yusuf Kalla. Selain itu dipasang logo HUT ke-74 RI dengan motto “SDM Unggul Indonesia Maju.”
Tim juga memajang foto sang Proklamator Ir H Soekarno dan foto Dr Hj Megawati Soekarno Putri yang merupakan keturunan Proklamator yang menjadi Presiden ke-5 RI. Selain itu, putra Batak yang duduk jadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan MPA yang dianggap selalu memperhatikan pembangunan di kawasan Toba.
Spanduk juga dipasang dengan kalimat "Selamat datang kepada Bapak Presiden RI Ir Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Drs H Muhammad Yusuf Kalla serta Bpk Luhut Binsar Panjaitan MPA.” Hal itu dilakukan dengan harapan mereka dapat hadir ataupun melintas sehingga setidaknya ada perhatian untuk pembangunan jalan di daerah itu.
Ditambahkan Kris, anggaran untuk mendirikan “Gapura Cinta Negeri” tersebut menggunakan dana swadaya masyarakat dengan jumlah Rp.4 juta dan orang yang terlibat di dalamnya berkisar 50 orang.
Warga punya niat yang tinggi untuk menjadi pemenang dalam festival gapura tersebut. Namun motivasi yang paling tinggi adalah untuk bertemu dengan Presiden RI Ir Joko Widodo di istana untuk menyampaikan aspirasi tentang permohonan pembangunan jalan yang mana sejak Indonesia merdeka tidak pernah mendapat pengaspalan. “Kami merasa bahwa kami juga bahagian dari NKRI yang punya hak untuk menikmati hasil kemerdekaan ini dalam pemerataan pembangunan,” pungkasnya. (rws)




.jpeg)

















