Anggota DPRD Sumut : Terbakarnya Hutan di Perbukitan Danau Toba Harus Diusut Tuntas
20 September 2019 - 20:09:49 WIB | Dibaca: 2881x
Medan (SIOGE) - Terbakarnya sekitar 20 hektare hutan kawasan perbukitan Danau Toba di Dusun 1 Desa Silalahi 3 Kecamatan Silahisabungan Dairi kemarin harus segera diusut aparat kepolisian sampai tuntas.
Kalau ternyata ada pelaku yang menyebabkan terbakarnya hutan tersebut, pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini, ujar Anggota FP-Golkar DPRD Sumut Viktor Silaen kepada sejumlah wartawan menanggapi peristiwa kebakaran hutan tersebut.
Viktor Silaen yang merupakan Anggota DPRD Sumut dari Dapil 9 itu mengatakan, seharusnya jangan ada lagi pembakaran hutan di seputaran wilayah Danau Toba. Apalagi saat ini pemerintah sedang galak-galaknya membenahi destinasi wisata Danau Toba, ujarnya. Masyarakat seharusnya menjaga wilayah hutan itu dari kebakaran karena selain ingin menikmati danau yang indah, wisatawan juga ingin melihat alam yang indah dan rindang, sebutnya. “Apapun ceritanya harusnya dinas terkait dan masyarakat yang menjaga hutan di sana,” sebutnya, Jumat (20/9/2019).
Begitu juga dengan petugas dari Dinas Kehutanan, baik Sumut maupun kabupaten/kota, seharusnya bisa memberi pencerahan kepada masyarakat tentang fungsi hutan dan cara mengolahnya. “Mungkin saja masyarakat tidak mengerti dan tidak tahu aturan bagaimana membuka lahan,” sebutnya.
Petugas juga harus menyosialisasikan tentang bahayanya membakar hutan untuk pembukaan lahan. Kalau tanah hendak digarap seharusnya dibuka dengan benar, bukan dengan cara membakarnya. Karena selain menimbulkan bahaya yang besar, juga tanah menjadi tidak subur, ujarnya.
Dinas Kehutanan provinsi Sumut dan daerah juga diharapkan bisa membuat program yang linier agar sinkron. Sehingga program kehutanan bisa membantu masyarakat dalam berbagai hal, termasuk tata cara pembukaan lahan, penanaman dan lainnya.
Pemerintah juga diharap meninjau ulang sejumlah HPH yang sudah dikeluarkan sehingga jelas terdata. “Jangan hanya mengeluarkan izin, namun juga hendaknya bisa meninjau lapangan, karena saat ini banyak hutan yang sudah gundul dan tidak dirawat kembali,” pungkasnya. (S1)





















