29 Warga Sergai Terdata Berstatus ODP, 3 Dirawat Di RSU Sultan Sulaiman
22 Maret 2020 - 15:56:28 WIB | Dibaca: 3108x
Sergai (SIOGE) - Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mendata ada sebanyak 29 orang warga Sergai berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP), 3 diantaranya menjalani perawatan isolasi di RSUD Sultan Sulaiman, sedangkan selebihnya menjalani isolasi diri di rumah masing-masing
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sergai melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Helmy Nur Sinaga kepada wartawan, Minggu (22/3/2020).
"Sesuai hasil pendataan, hingga hari ini ada 29 warga yang berstatus ODP, 3 diantaranya di rawat di ruang isolasi RS Sultan Sulaiman dan selebihnya menjalani isolasi di rumah, namun tetap dalam pantauan dinas kesehatan," ungkap dr Helmy dikutip dari hariansib.
Helmy juga menegaskan hingga saat ini, belum ada pasien dalam pantauan (PDP) di Sergai. Dia juga menerangkan bahwa warga yang berstatus ODP tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, bahkan dari ke luar negeri, misalnya dari Jakarta, Batam, Lombok, bahkan ada juga yang baru pulang bepergian dari Malaysia.
"Kita masih terus melakukan pendataan dan pemantauan. Dan hingga hari ini, PDP di Sergai masih nihil. Kita berharap dan berdoa, semoga tidak ada PDP di Sergai. Warga yang berstatus ODP, akan terus kita pantau dan awasi hingga 14 hari ke depan," tegas dr Helmy Nur Sinaga.
Terpisah, namun masih di hari yang sama, Direktur RSUD Sultan Sulaiman, dr Nanda Hasrimy kepada hariansib.com melalui seluler membenarkan 3 warga Sergai berstatus ODP sedang menjalani perawatan isolasi di RS Sultan Sulaiman.
"Benar saat ini ada 3 orang berstatus ODP yang menjalani perawatan isolasi RS Sultan Sulaiman. Sebelumnya ada 4 orang, tapi satu sudah pulang. Meskipun sudah pulang, orang tersebut masih tetap dalam pantauan dinas kesehatan karena masih berstatus ODP," terangnya.
Dia juga membenarkan jika hingga hari ini, belum ada PDP di Sergai. "Semuanya masih berstatus ODP, belum ada PDP. Dan jika ditemukan adanya PDP, akan segera kita rujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah untuk menangani pasien virus Corona," terang dr Nanda Hasrimy. (t/sib)





















